News Ticker
  • Rumah Warga Kanor, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 50 Juta
  • Hendak Mendahului, Truk Boks di Bubulan, Bojonegoro Oleng dan Masuk ke Hutan
  • Tabrak Truk Parkir, Seorang Pemotor di Ngraho, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Truk di Temayang, Bojonegoro ‘Nyemplung’ ke Jurang
  • Sesosok Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Hutan Ngasem, Bojonegoro
  • Tabrak Bak Belakang Dump Truk, 3 Orang Pemotor di Padangan, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan di Pemkab Blora, Bupati Arief Lantik 191 Pejabat
  • Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia
  • Polisi Gelar Rakor Pengamanan Konser Band Ungu di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro
  • Menemukan Makna di Tengah Langkah yang Belum Selesai
  • Tabrakan Truk Molen dan Motor di Malo, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, Seorang Lainnya Luka-luka
  • Pemprov Jatim dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Strategis Wujudkan Hilirisasi Inovasi
  • ASN Blora Kumpulkan Rp 370 Juta Lewat Gerakan Kencleng untuk Santuni Anak Yatim
  • Mengenal Makanan Penurun Kortisol untuk Mengelola Hormon Stres dan Menjaga Keseimbangan Tubuh
  • Waspada Pencatutan Nama Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah untuk Modus Penipuan
  • Sambut Peluncuran KA Anggrek, KAI Daop 8 Surabaya Manjakan Penumpang dengan Bingkisan Spesial
  • Dunia Modern dan Ilusi Kebenaran, Antara Kesadaran dan terjebak Tipu Daya
  • Akses Izin Air Tanah Dipermudah, Kemen ESDM Percepat Program Sumur Bor Pertanian Bojonegoro
  • Target PTSL Bojonegoro Bertambah Menjadi 35 Desa Dampak Pengalihan Kuota Pusat
  • Gerakan Pangan Murah di Purwosari Bojonegoro Catat Omzet Puluhan Juta Rupiah
  • Atasi Genangan Kronis, Wabup Bojonegoro Sidak Drainase dan Temukan Pompa Tidak Maksimal
  • Antisipasi El Nino Ekstrem, Pemkab Bojonegoro Petakan 73 Desa Rawan Kekeringan
  • Menag Nasaruddin Umar: Tiada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
  • Adaptasi Teknologi Digital, Guru TK di Bojonegoro Bekali Diri dengan Kemampuan Koding dan AI
Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Teknologi

Hati-hati! Lewat Skema Phising, Akun Instagram Bisa Dibajak Kurang dari 3 Menit

Bojonegoro - Salah satu aplikasi media sosial (Medsos) Instagram, juga memiliki kerentanan keamanan, sehingga berpotensi diambil alih (dibajak) oleh orang lain atau peretas (hacker).
 
Salah satu cara membajak akun Instagram yang paling populer dan sering terjadi adalah melalui skema phising. Skema phising adalah dengan menciptakan akun yang menyerupai akun orang terkenal atau institusi resmi yang digunakan untuk meretas data orang lain melalui email palsu (fake email).
 
 
Dan salah satu akun instagram yang sempat dibajak oleh peretas (hacker) melalui skema phising adalah akun milik media siber Berita Bojonegoro yaitu @berita.bojonegoro.
 
"Phishing adalah teknik penipuan siber yang mengelabui korban untuk mencuri informasi sensitif, seperti kata sandi, data kartu kredit, atau informasi pribadi, dengan menyamar sebagai institusi tepercaya melalui email, situs web palsu, atau pesan teks.
 
"Biasanya, pelaku memanfaatkan manipulasi psikologis untuk menciptakan rasa urgensi agar korban memberikan data penting secara sukarela melalui platform yang telah disiapkan oleh pelaku.
 
Dengan adanya kerentanan ini, pengguna harus lebih hati-hati karena ada kemungkinan akun anda juga berpotensi dibajak oleh orang lain atau peretas (hacker).
 
 
 
Modus Pelaku Peretasan
 
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi atas terjadinya pembajakan akun Instagram @berita.bojonegoro. Dan ditulis dengan tujuan agar para pengguna Instagram selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi adanya pembajakan akun Instagram terutama melalui skema phising
 
Beberapa hari lalu, email yang didaftarkan untuk login ke akun Instagram milik media ini menerima email yang seakan-akan berasal dari Instagram. Saat itu, admin media sosial (medsos) media ini tidak menyadari bahwa email itu adalah email palsu (fake email), sehingga mengikuti perintah yang diberikan melalui email tersebut.
 
Hal tersebut karena pelaku (hacker) memanipulasi psikologis admin medsos media ini dengan menciptakan rasa urgensi bahwa akun Instagram media ini akan dinonaktifkan, tanpa melakukan konfirmasi apakah email tersebut asli atau palsu.
 
 
Adapun bunyi pesan tersebut sebagai berikut:
 
 
Akun Anda Akan Dinonaktifkan
 
Hai Pengguna lnstagram, 
Kembali ditemukan masalah terkait integritas akun. Tentu ini adalah masalah serius yang membuat akun Anda akan dinonaktifkan.
 
Periksa masalah akun dan ikuti langkah yang diperlukan guna mencegah dinonaktifkan.
 
 
Jika tidak ada tindakan, akun dinonaktifkan permanen!
 
 
 
Tangkapan layar fake email dari peretas. (Aset: Istimewa) 
 
 
 
Disclaimer: Jangan pernah ikuti perintah tersebut!!!
 
Namun jika anda klik “Periksa masalah akun” maka akan muncul halaman berikutnya seperti tersebut di bawah ini:
 
 
Pengguna Instagram,
 
Kami telah meninjau akun Anda dan mendapati bahwa aktivitas di dalamnya tidak mematuhi Standar Komunitas tentang integritas akun. Dampaknya, akun Instagram Anda dijadwalkan untuk dinonaktifkan.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, terkadang kita perlu mengambil tindakan untuk membantu menjaga keamanan komunitas kita.
 
 
Jika Anda tidak mengambil tindakan, akun Anda akan dinonaktifkan secara permanen pada 17 Feb 2026.
 
 
 
 

Tangkapan layar fake email dari peretas. (Aset: Istimewa) 

 
Disclaimer: Jangan pernah ikuti perintah tersebut!!!
 
 
Sebetulnya, jika anda ikuti perintah tersebut hingga tahapan ini, akun Instagram anda masih aman. Namun jika anda melanjutkan langkah dengan klik “Ajukan Banding” di sinilah awal akun anda akan diretas atau diambil alih orang lain.
 
Inilah tampilan jika anda klik Ajukan Banding.
 
 

Tangkapan layar salah satu skema phising dalam proses peretasan akun Instagram. (Aset: Istimewa) 

 
Disclaimer: Jangan pernah ikuti perintah tersebut!!!
 
 
Jika anda memasukkan nama pengguna, email, atau nomor ponsel pada kolom pertama, serta kata sandi (password) pada kolom kedua, dan selanjutnya anda klik Login, maka sama saja anda memberikan username dan password akun anda kepada peretas (hacker), dan ini sangat berpotensi peretas mengambil alih akun anda.
 
Sampai langkah ini, sebetulnya peretas (hacker) baru menguasai akun anda 50 persen, karena masih ada satu langkah lagi yang harus dijalankan, yaitu memasukkan kode 6 digit yang dikirm oleh akun Instagram resmi, ke nomor telepon yang anda daftarkan untuk autentikasi dua faktor (2FA)
 
Namun, rupa-rupanya peretas (hacker) telah menyiapkan langkah atau menyediakan halaman berikutnya agar anda memberikan kode 6 digit yang dikirm oleh Instagram, seperti tampilan berikut ini.
 
 

Tangkapan layar salah satu skema phising dalam proses peretasan akun Instagram. (Aset: Istimewa) 

 
Disclaimer: Jangan pernah ikuti perintah tersebut!!!
 
Jika anda memasukkan kode yang dikirim Instagram pada kolom halaman tersebut di atas, maka peretas (hacker) 100 persen telah mengambil alih akun anda.
 
Dan inilah yang sempat terjadi pada akun Instagram media @berita.bojonegoro. Berhasil diambil alih oleh peretas (hacker).
 
Dan seluruh proses tersebut di atas hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 tiga menit saja. Artinya, dalam waktu kurang dari 3 menit, akun Instagram anda dapat dibajak oleh orang lain melalui skema phising.
 
 
 
Apa Saja Langkah yang Harus Dilakukan jika Akun Instagram Anda telah Diretas
 
 
Web developer and security Berita Bojonegoro, Alifiansyah Mustafa menjelaskan bahwa langkah pertama untuk menghindari terjadinya pembajakan akun Instagram melalui skema phising adalah dengan memperhatikan siapa pengirim email.
 
Apakah dari akun resmi atau akun “abal-abal” yang biasanya menggunakan akun email gmail.com. Sementara instagram pasti menggunakan akun email dengan domain instagram.com
 
Menurutnya, dalam kasus peretasan akun Instagram @berita.bojonegoro, peretas mengirim email menggunakan akun email (fake email) berikut ini: Instagram <[email protected]>
 
 
 
 
Ilustrasi: Tangkapan layar pengiriman email menggunakan akun palsu (fake email), menggunakan akun email @googlegroups.com
 
 
 
Sementara email asli dari Instagram seharusnya menggunakan akun email resmin seperti ini: Instagram <[email protected]> atau menggunakan dimain instagram.com.
 
 
 
 
 
Ilustrasi: Tangkapan layar pengiriman email menggunakan akun email Instagram asli dengan domain @mail.instagram.com
 
 
“Jika anda menerima email dari akun tidak resmi (fake email), abaikan saja atau hapus saja email tersebut,” tutur Alifiansyah Mustafa.
 
 
 
Buat Laporan ke Instagram bahwa Akun Anda telah Diretas
 
Lantas langkah apa yang harus dilakukan jika akun anda telah diretas seperti akun Instagram @berita.bojonegoro?
 
Menurut Alifiansyah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengirim email laporan atau pengaduan ke Meta atau Instagram, dengan tujuan sebagai berikut: Instagram <[email protected]>
 
Dalam email tersebut sampaikan beberapa hal penting antara lain:
 
  1. Sampaikan bahwa Anda adalah pemilik akun yang di-hack tersebut (seperti: @berita.bojonegoro)
  2. Sampaikan akun email yang (sebelumnya) anda gunakan untuk masuk ke Instagram, dan meminta kepada Instagram untuk menghapus akun email lain yang saat itu digunakan peretas, agar kembali diganti dengan akun email anda.
  3. Sampaikan nomor telepon yang (sebelumnya) anda daftarkan atau gunakan untuk autentikasi dua faktor (2FA) pada akun Instagram anda, dan meminta kepada Instagram untuk menghapus nomor telepon lain yang saat itu digunakan peretas, agar kembali diganti dengan nomor telepon anda.
  4. Lalu tunggu balasan email dari Instagram <[email protected]>
 
“Dalam kasus akun berita.bojonegoro, tidak sampai 20 detik Instagram telah membalas email kami. Ikuti saja petunjuk atau perintahnya,” tutur Alifiansyah Mustafa.
 
 
 
Alifiansyah mengungkapkan bahwa saat melakukan komunikasi melalui email dengan pihak Instagram, pastikan anda dengan cepat melakukan langkah-langkah atau perintah yang diminta oleh Instagram, karena perlu diingat, peretas saat itu juga sedang berupaya mempertahankan akun yang telah diretasnya.
 
Selain itu, peretas dipastikan akan mengirimkan email baru lagi menggunakan akun email palsu seperti sebelumnya, Instagram <[email protected]>
 
“Abaikan saja dan fokus mengikuti petunjuk yang dikirimkan melalui akun email resmi instagram,” tuturnya.
 
 
Jika Anda mengikuti langkah-langkah atau perintah yang diminta oleh Instagram dengan benar, dipastikan akun anda akan dapat anda kuasai lagi.
 
Dan hal itu juga terjadi pada akun @berita.bojonegoro. Meskipun sudah sempat diretas (hack) selama lebih dari 60 menit, akhirnya bisa kembali lagi.
 
“Tapi cara ini hanya berlaku pada kasus seperti tersebut di atas yaa. Dan itu berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau untuk kasus yang lain, pasti berbeda penanganannya.” tutur Alifiansyah Mustafa.
 
 
 
Mengganti Akun Email dan Nomor Telepon Pengamanan Autentikasi 2 Faktor
 
Jika akun Instagram anda habis dibajak orang dan telah berhasil anda kuasai kembali, ada beberapa langkah pengaturan yang harus anda lakukan, antara lain:
 
  1. Ganti akum email anda yang sebelumnya anda gunakan untuk masuk ke Instagram, dengan akun email baru. Hal ini bertujuan agar:
    1. Nantinya semua pemberitahuan (notifikasi) dari akun resmi Instagram, akan terkirim atau masuk ke alamat email baru tersebut.
    2. Jika peretas masih mengirim fake email (phising), maka akan terkirim ke alamat email yang lama. Jadi abaikan saja atau hapus email tersebut.
  2. Ganti nomor telepon pemulihan yang sebelumnya anda daftarkan atau gunakan untuk autentikasi dua faktor (2FA) pada akun Instagram anda dengan nomor telepon baru. Hal ini agar kode 6 digit yang dikirm oleh akun Instagram beralih atau pindah ke nomor telepon pemulihan yang baru.
  3. Lakukan pengaturan pada Pusat Akun => Pengaturan Akun => Kata sandi dan keamanan => Pemeriksaan keamanan => Tempat Anda Login => Akun => Aktivitas login akun.
    1. Pastikan perangkat yang sedang login adalah perangkat milik anda semua atau tidak ada perangkat lain yang mencurigakan.
    2. Jika ada perangkat yang mencurigakan atau bukan milik anda, maka: Pilih prangkat untuk logout.
 
“Lakukan pengaturan lainnya yang diperlukan,” tutur Alifiansyah Mustafa.
 
 
Di akhir keterangannya, Alifiansyah mengingatkan bahwa peretasan akun Instagram adalah ancaman nyata yang bisa dialami siapa saja.
 
Melalui pengalaman pribadi ini dirinya mengaku telah belajar betapa pentingnya menjaga keamanan akun media sosial dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang tepat, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, dan waspada terhadap phishing, untuk melindungi akun Instagram dari ancaman peretas. (red/imm)
 
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1779015313.6159 at start, 1779015314.091 at end, 0.47511410713196 sec elapsed