News Ticker
  • Sabet Penghargaan Pembina Siskamling Terbaik I Jatim, Bupati Setyo Wahono Dorong Penguatan Keamanan Berbasis Masyarakat
  • PT Shou Fong dan Pemkab Bojonegoro Gelar Seleksi Kerja Massal, Sediakan Kuota Disabilitas
  • Siap-Siap! GUTANBO FEST ’26 Gelar Pameran Pertanian hingga Hiburan Artis Nasional di Alun-Alun Bojonegoro
  • Gelar Medikrun Bojonegoro 2026, IDI Ajak Ribuan Peserta Budayakan Pola Hidup Sehat
  • Kapal Kargo Khatulistiwa 8 Tenggelam Usai Bertabrakan dengan Tongkang di Perairan Tuban, 1 Orang Meninggal
  • 12 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Senin 12 Oktober 2026
  • Dilengkapi Sport Center, Pembangunan Tahap Awal Kampus UNY Blora Senilai Rp52 Miliar Resmi Dimulai
  • Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Layanan Bus Trans Jatim Digratiskan Sehari pada 12 Oktober 2026
  • Sayuran Hidroponik Otomatis Belum Tentu Lebih Sehat Dibanding Konvensional
  • Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, Eksplorasi Teori Konspirasi dan Horor yang Bikin Penasaran
  • Pembangunan Bendungan Karangnongko dan Cabean Berlanjut, Pasar Ngawen Blora Siap Ditempati November 2026
  • Kebakaran di Dander, Bojonegoro, 2 Orang Alami Luka Bakar
  • 11 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Minggu 11 Oktober 2026
  • Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan
  • Bupati Setyo Wahono Tegaskan Evaluasi SAKIP 2026 Harus Berorientasi Hasil dan Manfaat Nyata
  • DKPP Bojonegoro Salurkan 589,8 Ton Bantuan Benih Padi untuk Petani
  • Jaga Ekosistem dan Cegah Genangan, Pemkab Bojonegoro Buat Sumur Resapan di Area Perkantoran
  • 10 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Sabtu 10 Oktober 2026
  • Rajut Tobat di Balik Jeruji, Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an bagi Tahanan
  • Upaya Preventif Cegah Kanker Serviks, 500 Warga Blora Ikuti Vaksinasi HPV
  • Wujud Kepedulian Kesehatan Perempuan, DWP Bojonegoro Gelar Program Vaksinasi HPV
Tiga Desa di Sekitar Lapangan Sukowati Bojonegoro Harap CSR Dapat Segera Direalisasikan

Tiga Desa di Sekitar Lapangan Sukowati Bojonegoro Harap CSR Dapat Segera Direalisasikan

Bojonegoro - Operator Lapangan Sukowati, PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field pada Rabu (07/08/2019), menggelar rapat koordinasi dengan tiga pemerintah desa yang berada di sekitar wilayah operasi, guna membahas program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dari perusahaan tahun 2019, untuk desa-desa tersebut, yang hingga kini belum terrealisasi.
 
 
Dalam rapat tersebut, ketiga desa yang berada di sekitar wilayah operasi atau desa terdampak tersebut, yaitu Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro Kota, Desa Sambiroto dan Desa Ngampel Kecamata Kapas, mendesak agar dana program CSR tahun 2019 untuk desa-desa tersebut dapat segera direalisasikan.
 
Rapat yang digelar di slah satu rumah makan di Desa Ngampel tersebut dihadiri ketiga Kepala Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro Kota, Edi Sampurno SSos; Kepala Desa Sambiroto Kecamatan Kapas, Sujono dan Kepala Desa Ngampel Kecamata Kapas, Pujiono, serta dihadiri juga oleh Danramil dan Kapolsek Bojonegoro Kota, Camat Kapas, Danramil Kapas dan Kapolsek Kapas.
 
 
 

Rakor yang digelar PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, dengan tiga pemerintah desa yang berada di sekitar wilayah operasi, guna membahas program CSR. Rabu (07/08/2019)

 
Health Safety Security Environment (HSSE) Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati, Jason Wibisono Purba, saat membuka rapat koordinasi tersebut menyampaikan bahwa keterlambatan realisasi program CSR saat ini memang bukan kehendak dari pihak perusahaan, namun masih ada yang perlu dilakukan sinkronisasi dengan program dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
 
 
Jason juga mengatakan bahwa pada Kamis (08/08/2019) esok, semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ada di Bojonegoro dikumpulkan oleh Pemkab Bojonegoro, guna penyamaan persepsi terkait dengan program CSR.
 
"Pihak kami dipanggil dalam rangka penyamaan persepsi, dan selanjutnya akan ada sosialisasi dari Pemkab Bojonegoro. Pada dasarnya ada beberapa hal yang perlu diselaraskan kembali," ucap Jason.
 
Jason menambahkan bahwa CSR, yang sekarang istilahnya telah berubah menjadi Program Pengembangan Masyarakat (PPM), yang direalisasikan memang dari program yang diajukan oleh pihak desa, yang berasal dari social mapping .
 
"Beberapa waktu lalu memang ada beberapa kegiatan yang harus diprioritaskan oleh Pemkab Bojonegoro dan ada larangan bicara terkait ring yakni ring satu, ring dua, ring tiga. Penyampaian program CSR yang kita realisasikan telah melalui proses persetujuan dari SKK Migas, berapapun yang disetujui akan disampaikan apa adanya," tutur Jason.
 
 
 
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno SSos, yang hadir bersama tokoh masyarakat Desa Campurejo menyampaikan keberatan terkait dengan akan dihilangkannya kata-kata ring atau biasa disebut dengan wilayah terdampak.
 
Menurutnya, jika kata ring dihapus, rasanya kurang tepat, aktivitas apapun eksplorasi dan eksploitasi itu bersentuhan dengan masyarakat sekitar operasi. Ia juga menuturkan bahwa dalam beberapa kesempatan pihaknya menerima pemberitahuan dan informasi dari humas perusahaan tentang kewaspadaan rencana action dari wilayah pemboran,
 
"Hampir setiap hari kami selalu was-was dengan informasi yang kami terima. Ketidak-nyamanan dan kewaspadaan yang setiap hari dialami masyarakat, yang kemudian akan dihapus istilah ring atau wilayah terdampak, sepertinya kurang pas. Mohon dipikirkan kembali," " tutur Edi Sampurno.
 
Edi berharap agar KKKS, kususnya PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, dapat segera merealisasikan CSR atau PPM tahun 2019. Dirinya juga telah menjelaskan termasuk juga telah memberikan masukan pada SKK Migas dan SKK Jabanusa saat melakukan monev beberapa waktu lalu, agar segera melakukan sinkronisasi dengan pihak KKKS, namun hingga saat masih belum jelas kapan CSR akan dicairkan.
 
"CSR atau PPM itu hak kami, kalau kabupaten akan mengambil 40 persen lalu kami akan memperoleh berapa, sedangkan kabupaten juga telah mendapatkan dana bagi hasil," tutur Edi dengan tegas.
 
Hal senada juga disampaikan Kades Sambiroto, Sujono, bahwa sebagai wilayah terdampak operasi PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, pihaknya meminta agar CSR atau PPM dapat segera direalisasikan dan memohon untuk tidak dikurangi.
 
"Berapa sih jumlah CSR, masak mau dikurangi juga.Sekali lagi kami mohon tidak dikurangi anggaran CSR untuk desa-desa terdampak," ucapnya.
 
 
Sementara itu, Camat Kapas, Agus Susetya Hardiyanto, setelah mendengar dan melihat berbagai permasalahan yang ada, dalam kesempatan tersebut turut memberikan beberapa masukan. Dirinya akan berusaha secara maksimal untuk mengkomunikasikan semua permasalahan ini kepada pihak-pihak terkait, karena dirinya mengaku baru mendengar adanya CSR atau PPM yang ada di desa sekitar operasi migas.
 
"Dalam waktu dekat kami akan mengajak Plt Camat Bojonegoro Kota untuk mengkomunikasikan kepada atasan," ucapnya. (deba/imm)
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1791838935.8219 at start, 1791838936.7477 at end, 0.92577409744263 sec elapsed