News Ticker
  • Umbi Kimpul Jadi Sorotan Netizen, Dokter Gizi Ungkap Manfaat Sekaligus Kelompok yang Harus Membatasi
  • Pemprov Jatim Gandeng Maroko Perkuat Kerja Sama Strategis Mulai Perdagangan hingga Smart City
  • Warga Kesongo Kedungadem Bersemangat Ikuti Senam Line Dance Bersama Satgas TMMD dan Dinpora
  • Faiz Jundan, Siswa SLB Negeri Gunungsari Baureno yang Wakili Jatim di Ajang LKS Diksus Nasional
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Siswa Bijak dan Kritis Manfaatkan Teknologi AI
  • 05 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 5 Agustus 2026 di Bojonegoro
  • Pemkab Blora dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Resmi Jalin Kerja Sama Pembangunan Daerah
  • Kisah Sukses Aringga Bayu Puspita, Pemuda Kepohbaru Kembangkan Usaha Aqiqah Hingga Luar Daerah
  • Pemprov Jatim Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
  • Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebih: Tinggi Natrium dan Berpotensi Picu Hipertensi
  • Memperkuat Tata Kelola Organisasi, DWP Bojonegoro Selaraskan Program Kerja dengan Pemerintah Daerah
  • Geliat Ekonomi Desa Kaliombo Berpacu Lewat Budidaya Ayam Petelur dan Pakan Mandiri
  • 4 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 4 Agustus 2026
  • Kecelakaan Beruntun Tiga Motor di Trucuk Bojonegoro, Satu Pengendara Meninggal Dunia
  • PDM Bojonegoro Terima Hibah Rp5,5 Miliar APBD untuk Pembangunan Kantor Permanen
  • Dukung Swasembada Pangan, Petani Milenial Kedungadem Bikin Brigade Pangan Tunas Berkembang
  • Sering Minum Minuman Manis Sejak Kecil Tingkatkan Risiko Hipertensi Saat Dewasa
  • Kejar Elektrifikasi Seratus Persen, Pemprov Jatim Pasang Instalasi Listrik Gratis di Enam Kabupaten
  • 3 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Rumah Warga di Kepohkidul Kedungadem Hangus Terbakar, Kerugian Puluhan Juta
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 Agustus 2026
  • Penerimaan Pajak DJP Jatim I Capai 51 Persen, Industri Rokok Jadi Penyumbang Terbesar
Embung Tidak Maksimal Menampung Air saat Musim Hujan

Embung Tidak Maksimal Menampung Air saat Musim Hujan

Oleh Heriyanto  

Bojonegoro – Sejumlah embung di Bojonegoro tidak mampu menampung air secara maksimal selama musim hujan tahun ini. Akibatnya, persediaan air di embung diperkirakan hanya cukup untuk keperluan musim tanam padi kedua. Sedangkan, cadangan air untuk keperluan bercocok tanam selama musim kemarau mendatang diperkirakan bakal minim.

Embung Blibis di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari, misalnya kini hanya mampu menampung air kurang dari separuh daya tampung waduk tersebut. Embung Blibis yang berada di dekat hutan Kendung wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan itu mempunyai luas sekitar dua hektare. Minimnya air yang bisa ditampung di embung karena dasar embung ini mengalami pendangkalan cukup parah.

Menurut Rakiman, 56, petani di Dusun Glagah, air yang bisa ditampung di Embung Blibis selama musim hujan hanya sedikit. Cadangan air di embung itu, kata dia, hanya cukup untuk pengairan persawahan sampai Maret 2017 mendatang. “Air di embung tidak cukup untuk cadangan selama musim kemarau nanti,” ujarnya.

Beberapa petani mengambil air di Embung Blibis ini dengan cara disedot memakai mesin diesel. Air lalu disalurkan melalui pipa ke areal persawahan di Dusun Glagah, Sambong dan sekitarnya. Persawahan tampak ditanami padi yang masih berumur sebulan hingga dua bulan.

Embung Blibis selama ini menjadi andalan cadangan air selama musim kemarau. Sebab, areal persawahan di kawasan Desa Purwosari dan sekitarnya dikenal sebagai sawah tadah hujan. Selama musim kemarau areal persawahan tadah hujan hanya bisa ditanami palawija seperti jagung, kacang tanah, kacang hijau dan ketela.

Kondisi Embung Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan juga memprihatinkan. Embung seluas tiga hektare ini terlihat hanya mampu menampung air separuhnya saja dari daya tampung waduk tersebut. Persediaan air ini diperkirakan hanya cukup untuk keperluan masa tanam padi kedua yakni sekitar Mei hingga Juli nanti.

Menurut Wakiran, 52, petani di Desa Sonorejo, daya tampung Embung Sonorejo terus menyusut karena mengalami pendangkalan parah. Seharusnya, kata dia, Embung Sonorejo dikeduk sehingga bisa berfungsi seperti sedia kala. “Cadangan air yang bisa disimpan di Embung Sonorejo selama musim hujan sedikit sekali, kurang dari separuh dari daya tampung waduk,” ujarnya. (her/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785914867.3765 at start, 1785914867.9192 at end, 0.54273700714111 sec elapsed