Dalam Sehari Terjadi Enam Kebakaran Lahan di Bojonegoro, Ini Daftarnya
Kamis, 09 Juli 2026 19:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro-Peristiwa kebakaran lahan kembali marak di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dalam hari saja, ada total enam kejadian kebakaran di tempat berbeda. Kebakaran itu meliputi lahan kawasan hutan, lahan jati, rumpun bambu, hingga lahan kosong.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo, membenarkan maraknya peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang hari ini.
"Sehari ini benar terjadi 6 kebakaran di daerah yang berbeda-beda," kata Siswoyo saat dikonfirmasi pada Kamis (09/07/2026) malam.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, kebakaran yang terjadi meliputi lahan kawasan hutan, lahan jati, rumpun bambu, hingga lahan kosong.
Adapun secara berurutan peristiwa ini diawali pada pagi hari sekira pukul 09.17 WIB Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Saat itu satelit Aplikasi LAPAN Fire Hotspot mendeteksi titik api di area hutan kawasan itu. Petugas Polres Bojonegoro bersama petugas Perhutani setempat langsung melakukan monitoring dan penanganan di titik koordinat tersebut hingga situasi dipastikan aman dan terkendali.
Memasuki siang hari sekira pukul 12.40 WIB, kebakaran melanda lahan berupa rumpun bambu atau greng milik Yumiati (52) di Desa Klepek RT 017 RW 002, Kecamatan Sukosewu. Kebakaran dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang menjalar ke rumpun bambu kering. Petugas Damkarmat Pos Temayang yang meluncur ke lokasi berhasil menjinakkan api sebelum merembet lebih luas. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp 250 ribu karena satu rumpun bambu ludes terbakar. Dua rumpun dengan perkiraan jumlah materi sebesar Rp 500 ribu berhasil diselamatkan.
Tak berselang lama, sekira pukul 14.45 WIB, kebakaran melanda area hutan di Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo. Anggota Polsek Tambakrejo yang dipimpin AKP Nursayit bersama masyarakat bekerja sama memadamkan kebakaran hingga terkendali. Peristiwa kebakaran ini diketahui dari laporan warga melalui Call Center 110.
Peristiwa kebakaran lainnya yaitu saat menjelang sore hari sekira pukul 17.00 WIB di Desa Pojok RT 06 RW 01, Kecamatan Purwosari. Kepulan asap menggegerkan warga setempat. Sebuah lahan kosong yang berdekatan dengan rumah warga terbakar oleh api. Diduga kebakaran akibat pembakaran sampah yang ditinggal pergi. Beruntung, Damkarmat Pos Padangan sigap menjinakkan api dan berhasil menyelamatkan aset rumah berukuran 7x13 meter persegi milik Ibu Harmiati (55) senilai Rp 100 juta beserta empat orang penghuninya. Tidak ada kerugian materiil dalam kejadian ini.
Hampir bersamaan pada pukul 17.10 WIB, kebakaran lahan jati melanda Desa Belun RT 08 RW 02, Kecamatan Temayang. Api yang bersumber dari bakaran sampah merembet cepat ke lahan jati yang berada dekat dengan permukiman tepatnya rumah milik Warisno (55). Petugas Damkarmat Pos Temayang meluncur ke lokasi begitu mendapat laporan. Petugas berhasil memadamkan api, sekaligus menyelamatkan aset rumah milik korban senilai Rp 150 juta dari amukan si jago merah tanpa adanya kerugian materiil yang dilaporkan.
Di wilayah timur Bojonegro juga terjadi kebakaran, tepatnya sekira pukul 17.30 WIB tepatnya di Desa Bumiayu RT 05 RW 01, Kecamatan Baureno. Kebakaran melanda lahan kosong seluas kurang lebih 100 meter persegi setelah dipicu oleh pembakaran sampah yang ditinggal pergi. Petugas Damkarmat Pos Baureno yang menerima laporan dari perangkat desa setempat langsung meluncur ke lokasi dan berhasil memadamkan kobaran api hingga tuntas pada pukul 18.45 WIB, dengan total kerugian nihil.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka pada semua peristiwa tersebut. Meski begitu peristiwa kebakaran ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat. Sumber api yang kelihatan kecil punya potensi bahaya.
Siswoyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tidak menyepelekan kemungkinan sekecil appaun dari sumber api.
“Kami imbau warga Bojonegoro agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, terutama jika ditinggal tanpa pengawasan, karena sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar dan membahayakan keselamatan lingkungan sekitar," kata Siswoyo. (red/imm)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo




























.md.jpg)


