Penemuan Mayat
Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
Minggu, 21 Juni 2026 23:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Seorang nenek bernama Kasmi (76) warga Desa Tinumpuk RT 006 RW 001, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia mengapung di Sungai Jambe yang tak jauh dari rumahnya. Minggu pagi (21/06/2026).
Sebelumnya atau pada Kamis (18/06/2026), korban pergi meninggalkan rumah sehingga dilakukan pencarian oleh pihak keluarga, namun tidak diketemukan.
Selanjutnya pada Minggu pagi (21/07/2026), tetangganya menemukan korban mengapung di Sungai Jambe yang tak jauh dari rumahnya atau berjarak sekitar 50 meter di belakang rumahnya, dalam kondisi telah meninggal dunia.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan
Petugas, saat lakukan evakuasi mayat yang tenggelam di Sungai Jambe turut Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (21/06/2026). (Aset: Istimewa)
Kapolsek Purwosari, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Subeki, dikonfirmasi awak media ini membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kronologi kejadian tersebut bermula pada Kamis (18/06/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, korban berselisih paham dengan anaknya.
Selanjutnya korban diketahui tidak ada di rumah sehingga keluarga korban berusaha melakukan pencarian di sekitar rumahnya, namun tidak diketemukan.
“Saat itu pintu belakang rumah terbuka sehingga keluarganya melakukan pencarian hingga ke sungai yang berjarak sekira 50 meter di belakang rumahnya, namun tidak diketemukan.” tutur Kapolsek AKP Subeki.
Keesokan harinya atau pada Jumat (19/06/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu warga Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, melihat korban sedang berjalan kaki di desa tersebut, sehingga saksi segera memberitahu keluarga korban.
“Lalu keluarga berusaha mencari ke Desa Kuniran, tetapi tidak ditemukan.” kata Kapolsek.
Kemudian pada hari Minggu (21/06/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, salah satu tetangganya menemukan adanya orang meninggal terapung di Sungai Jambe yang lokasinya berada di belakang rumah korban yang berjarak sekira 50 meter, sehingga saksi segera memberitahu keluarga korban.
“Setelah dicek, ternyata benar sesosok mayat tersebut adalah mayat korban,” kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa setelah mendapat laporan, pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.” kata Kapolsek.
Masih menurut Kapolsek bahwa pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
”Jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” kata Kapolsek AKP Subeki. (red/imm)
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo