News Ticker
  • Bazar UMKM Perempuan Warnai Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro
  • Sinergi Aparatur dan Semangat Emansipasi Warnai Upacara Gabungan di Bojonegoro
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kejaksaan Negeri Bojonegoro Hadirkan Gedung Kantor Pelayanan
  • Jatuh dan Tercebur ke Parit, Pemotor asal Rengel, Tuban Meninggal di Kedungadem, Bojonegoro
  • Tabrakan di Balen, Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka-luka
  • Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban
  • Kedapatan Curi Tembaga di Kanor, Bojonegoro, 2 Warga Tuban Ditangkap, Satu Lainnya Buron
  • Tabrakan Truk vs Innova di Kapas, Bojonegoro, Pengemudi Innova Luka-Luka
  • Ribuan Calon Jemaah Haji Bojonegoro Dipastikan Aman saat Berangkat di Tengah Konflik Timur Tengah
  • Objektivitas Pendataan DTSEN Menjadi Fondasi Utama Ketepatan Sasaran Program Pemerintah Bojonegoro
  • Uji Kepribadian dan Rekam Jejak Media Sosial Jadi Penentu Seleksi Calon Paskibraka Bojonegoro 2026
  • Muhammad Alpandy, Pramuka Pejalanan Kaki Keliling Nusantara dengan Misi Literasi Budaya
  • Integritas Kepemimpinan Harus Jadi Kunci Utama Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemkab Bojonegoro
  • Kapolres Bojonegoro Santuni Ainur Riza, Remaja Penyandang Disabilitas di Trucuk
  • Tiket ‘Offline’ Konser Ungu Harmony 3 Dekade Anniversary Bank Daerah Bojonegoro Bisa Diperoleh di Tiket Box Resmi
  • Pemkab Bojonegoro Fasilitasi Penjualan Telur Gayatri, Dorong Penguatan Kerjasama
  • Tiga Desa Unggulan Resmi Sandang Status Desa Cantik Bojonegoro Tahun 2026
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Kemandirian Data dan Keunggulan Desa Lewat Program Desa CANTIK
  • Transformasi Tata Kelola Haji Fokuskan Keadilan Antrean dan Ketahanan Keuangan
  • Dua Maling Motor di Bojonegoro Dibekuk Polisi
  • Antisipasi Gagal Panen Akibat Kemarau, Komisi B DPRD Bojonegoro Matangkan Program Irigasi Perpompaan
  • Jembatan Akses Desa Wotan dan Sambongrejo di Bojonegoro Ambrol Tergerus Aliran Sungai
  • Viral! Unggahan Medsos di Bojonegoro Ini Minta Pengkritik Program MBG Pindah Negara
  • Pemprov Jatim Mulai Terapkan Pembatasan Penggunaan Gadget di Sekolah
Jatim Siapkan Mitigasi Krisis Energi dan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Jatim Siapkan Mitigasi Krisis Energi dan Pangan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Jawa Timur – Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini mulai menebar ancaman terhadap stabilitas ekonomi nasional. Tersendatnya rantai pasok minyak mentah dunia memicu kekhawatiran nyata akan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pasar domestik. Menanggapi situasi global yang kian memanas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak taktis dengan menyiapkan serangkaian langkah mitigasi guna melindungi daya beli masyarakat dan ketahanan pangan regional.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi maraton bersama Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketahanan stok energi di wilayahnya. Fokus utama Pemprov Jatim saat ini bukan pada langkah pembatasan, melainkan pada efisiensi distribusi BBM serta gas LPG 3 kilogram agar tepat sasaran.

"Kita pastikan para Pedagang Kaki Lima (PKL) terdaftar di pangkalan-pangkalan resmi. Ini penting agar data lebih detail dan menghindari gejolak harga secara psikologis di masyarakat," ujar Khofifah saat memberikan keterangan di Surabaya, Senin (6/4) siang.

Bersamaan dengan penataan distribusi, Pemprov Jatim juga secara resmi menggaungkan gerakan hemat energi mandiri yang dimulai serentak sejak awal pekan ini. Meski dimaksudkan untuk menjaga stabilitas, rencana penyesuaian kuota distribusi ini mulai memicu keresahan di tingkat pelaku usaha mikro.

Suyanti, seorang pedagang soto ayam di Surabaya, mengungkapkan keberatannya jika jatah pembelian LPG melon di pangkalan harus dipangkas. Ia mengaku sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar bersubsidi tersebut untuk menjalankan usahanya sehari-hari.

"Kalau biasanya sehari bisa beli 10 tabung, lalu karena harga BBM naik cuma boleh beli 5 tabung, ya keberatan. Kita kan jualan butuh banyak. Kalau bisa harga jangan naik, kasihan rakyat kecil yang menanggung akibatnya," keluh Suyanti.

Selain tantangan di sektor energi, ancaman iklim akibat fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem turut menjadi atensi serius. Pemprov Jatim telah merampungkan pemetaan daerah rawan kekeringan hingga menyentuh level desa, sebuah langkah yang lebih spesifik dibandingkan pemetaan tingkat kabupaten/kota pada tahun-tahun sebelumnya.

Puncak musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Untuk mempertahankan status Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, pemerintah daerah berencana menggandeng BNPB dan BMKG guna menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai solusi pemenuhan sumber air pertanian.

"Kemarin kita gunakan manajemen hidrometeorologi untuk mengelola hujan, nanti kita gunakan untuk me-manage awan agar menjadi sumber air. Ini semua agar lumbung pangan kita tetap terjaga meski El Nino lebih panjang," tambah Khofifah.

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan efisiensi mandiri oleh masyarakat di tingkat rumah tangga, Jawa Timur diharapkan mampu bertahan menghadapi guncangan krisis global serta tantangan iklim yang terjadi saat ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dalam menghadapi dinamika ekonomi dan cuaca beberapa bulan ke depan.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1776770628.1048 at start, 1776770629.1755 at end, 1.0706431865692 sec elapsed