News Ticker
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
  • Dudy Oris Ajak Nostalgia Penggemar Bojonegoro dengan Lagu Kasih Putih hingga Engkau Masih Anak Sekolah
  • Mayat Laki-laki Asal Cirebon Ditemukan di Tepi Rel Kereta Api Jetak Bojonegoro
  • Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Buka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026
  • Pertunjukan Reog hingga Tari Warnai Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Sebelum Resmi Dibuka
  • EMCL dan PDPM Bojonegoro Bekali Guru dan Siswa Menjadi Pionir Literasi Digital
  • Hendak Menyalip, Truk Kontainer Tabrak Truk Trailer di Margomulyo, Bojonegoro
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Bojonegoro Kota Terbakar
  • Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Ditambah Jadi Rp 30 Miliar dan Diusulkan Jadi Jalan Nasional
  • Lantik Dua Kades PAW, Bupati Setyo Wahono Minta Segera Tancap Gas dan Rangkul Semua Elemen
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Seorang Anak di Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Malo Meninggal saat Hendak Beli Elpiji di Kalitidu, Bojonegoro
  • Seorang Kakek Warga Kalitidu Ditemukan Meninggal di Tribun Alun-Alun Bojonegoro
  • Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa
  • Rumah Warga Sumberrejo, Bojonegoro Terbakar, Kerugian Capai Rp 250 Juta
  • Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro 2026, Sektor Pertanian Naik dan Jadi Penopang
  • Truk Hino Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas di Baureno, Bojonegoro
  • Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput
  • Kecelakaan di Padangan, Bojonegoro, Seorang Pemotor Anak Meninggal Dunia
  • Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk di Kalitidu Bojonegoro
Perkenalkan Potensi Desa, Pemdes Bradag, Blora, Gelar Lomba Mural Nasional

Perkenalkan Potensi Desa, Pemdes Bradag, Blora, Gelar Lomba Mural Nasional

Blora - Pemerintah Desa (Pemdes) Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, selama 3 hari sejak tanggal 17-19 Desember 2021,  menggelar Lomba Mural Tingkat Nasional.
 
 
Lomba tersebut diikuti oleh para seniman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Sementara juri yang menilai di antaranya adalah Ir Puji Raharjo, Drs Agus Suryanto, dan Ikhsan Trisnawa.
 
Karya seni para pelukis mural tersebut dilukiskan pada pagar tembok dan dinding kantor pemerintah desa setempat.
 
 

Bupati Blora Arief Rohman saat kunjungi Lomba Mural, yang digelar Pemerintah Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. 17-19 Desember 2021. Minggu (19/12/2021). (foto: priyo/beritabojonegoro)

 
Kepala Desa (Kades) Brarag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sutarmidi menjelaskan bahwa kegiatan lomba ini sebagai langkah awal untuk memperkenalkan sejumlah potensi di desanya.
 
"Desa Bradag ini desa tertinggal. Alhamdulillah secara perlahan mulai berkambang, dengan adanya mural ini diharapkan Desa Bradag bisa dikenal masyarakat luas," ucap Kades Bradag Sutarmidi. Minggu (19/12/2021).
 
Menurutnya, kegiatan lomba lukis mural ini digelar mulai hari Jumat lalu dan ini berlangsung selama 3 hari, dan mendapat respon yang positif dari masyarakat.
 
"Mural yang dilukis pun menggambarkan kekayaan budaya dan potensi yang ada di Kabupaten Blora. Hari Minggu ini merupakan final. Antusiasme warga sangat banyak sekali." ucap Kades Bradag Sutarmidi.
 
 

Bupati Blora Arief Rohman saat kunjungi Lomba Mural, yang digelar Pemerintah Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Minggu (19/12/2021). (foto: priyo/beritabojonegoro)

 
Lomba Mural Nasional ini disambut baik oleh Bupati Blora Arief Rohman. Menurut Bupati Arief Rohman, adanya kreativitas Desa Bradag tersebut tentu menarik masyarakat luar untuk datang ke desa ini.
 
"Ini ide yang sangat luar biasa, dengan menyelenggarakan lomba mural tingkat nasional. Kita harap nanti Desa Bradag semakin baik lagi," ucap Bupati.
 
Bupati juga meminta Dinas Pariwisata untuk memetakan Desa Bradag tersebut agar potensi apa yang bisa dikembangkan.
 
"Tolong dipetakan apa yang bisa dikembangkan, potensi seninya saya lihat luar biasa, dari anak kecil yang sudah bisa mengembangkan tarian kreasi, jika ini dibimbing tentu akan lebih baik lagi," kata Bupati.
 
Bupati juga meminta agar sinergi Pemkab, Pemdes dan seniman untuk menyosialisasikan potensi yang ada di Desa Bradag agar lebih dikenal lebih luas lagi. 
 
"Selain sektor seni budaya, mungkin sektor lain seperti pertanian, peternakan, dan buah buahan, bisa dikembangkan di sini, " kata Bupati.
 
 

Lomba Mural Tingkat Nasional, yang digelar Pemerintah Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. 17-19 Desember 2021. (foto: priyo/beritabojonegoro)

 
Dalam lomba tersebut terpilih sebanyak 10 mural terbaik, kemudian juara 1, 2 dan 3, serta juara favorit pilihan Bupati.
 
Salah satu mural yang memikat Bupati adalah karya dari seniman dari Death Line Art. Seniman tersebut mampu melukis mural yang menceritakan kekayaan seni budaya Blora dengan dipadukan kearifan lokal, yang terus eksis di masa milenial seperti saat ini.
 
"Saya melihat seni budaya Blora dipadukan dengan kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu, dan mereka tetap bertahan," tutur Bupati Arief Rohman.
 
 
Peraih Juara favorit Anggi menuturkan bahwa konsep yang ia lukiskan dalam menggambar mural tersebut adalah saat zaman milenial namun tidak meninggalkan budaya yang ada dan tetap menguri-nguri budaya daerah, khususnya Blora.
 
"Kita melukis bukan karena bagus, tapi bagaimana kita memberikan pesan kepada masyarakat agar tetap mengingat budaya yang ada," ucap Anggi.
 
 
Adapun Juara Favorit pilihan Bupati Blora yang pertama diraih oleh seniman Anggi dari Death Line Art, Juara Favorit kedua dirahih Ari Setyo dari Cepu, dan Juara Favorit ketiga diraih seniman Kreator Track Jakarta.
 
Sementara 10 besar terbaik masing-masing diraih oleh: Juara terbaik 1 diraih Ade, terbaik 2 diraih Bety Eka, terbaik 3 diraih Nazir, terbaik 4 diraih Muhammad, terbaik 5 diraih Andie, terbaik 6 diraih Galang, terbaik 7 diraih Kipli, terbaik 8 diraih Dimas, terbaik 9 diraih Mezaluna, dan terbaik 10 diraih Amri. (teg/imm)
 
 
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782041603.1167 at start, 1782041603.7549 at end, 0.63819694519043 sec elapsed