News Ticker
  • Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf
  • Kaitan Antara Konsumsi Tempe dan Risiko Asam Urat
  • Arief Januwarso Nahkodai ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031
  • MWCNU Kapas Gelar Lailatul Ijtima di Desa Bogo, Wadah Konsolidasi Anggota
  • TNI Koramil Sukosewu Santuni Nenek Korban Penipuan Modus Haji di Desa Klepek
  • Nggon Sahdu, Inovasi Agrowisata Satu Rumah Satu Pohon Durian di Kecamatan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial
  • Kena Tipu Berangkat Haji, Lansia di Sukosewu Rugi Puluhan Gram Emas
  • Lapas Bojonegoro dan BNNK Tuban Perkuat Sinergi Berantas Narkoba Serta Penggunaan Ponsel Ilegal
  • Bupati Wahono Ingatkan Aparatur Desa Sajikan Data Bansos Objektif dan Hindari Nepotisme
  • Sambut Tim Sungai Watch, Bupati Wahono Ajak Warga Bojonegoro Jaga Kebersihan Bengawan
  • Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro: Perempuan Didorong Deteksi Dini Kanker Payudara
  • Pemprov Jatim Kaji Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Ekonomi Hijau dan Hindari Disparitas
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk Profit Tabrak Truk Trailer Parkir di Jalan Untung Suropati Bojonegoro
  • Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda
  • Optimasi Data Desa Pemkab Blora Libatkan Belasan Ribu ASN untuk Tekan Angka Kemiskinan
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek PPID Tingkat Desa, Mitigasi Kemarau Jadi Perhatian Penting
  • Edukasi Geopark Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Purwosari Jelajahi Kekayaan Alam Bojonegoro
  • Polres Blora Gagalkan Penyelundupan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Asal Tuban
  • Pemkab Blora Gelar Pelatihan Konten Kreator di Loco Tour Cepu
  • Transformasi Pertanian Bojonegoro Lewat Teknologi Drone Sprayer di Desa Sumodikaran
  • Kementerian Agama Bantah Isu Pengambilalihan Kas Masjid oleh Pemerintah
  • Bazar UMKM Perempuan Warnai Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro
  • Sinergi Aparatur dan Semangat Emansipasi Warnai Upacara Gabungan di Bojonegoro
Selama Pandemi COVID-19, Pendapatan Pegusaha Gaplek di Blora Menurun Drastis

Selama Pandemi COVID-19, Pendapatan Pegusaha Gaplek di Blora Menurun Drastis

Blora - Pandemi COVID-19 membuat sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus mengalami penurunan pendapatan.
 
Salah satunya adalah yang dialami Aang Farid, produsen chips gaplek yang berada di Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Sejak adanya pendemi COVID-19, omzet penjualan turun sekitar 50 persen.
 
 
Jika sebelum pandemi setiap bulan dirinya mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 20 juta, kini pendapatannya hanya berkisar Rp10 juta per bulan. Pendapatan tersebut masih belum dipotong gaji pegawai yang jumlahnya hampir 20 orang.
Meski begitu Aang Farid tetap bersyukur kerena permintaan gaplek masih terus ada meski mengalami penurunan.
 
"Sebelum pandemi produksi kami hampir 40 ton setiap bulan, tapi sekarang produksi kita sebulan tinggal 20 ton, karena permintaan dari pabrik juga menurun," tutur Aang yang juga merupakan Kepala Desa di Bogorejo. Kamis (02/09/2021).
 
 

Suasana para pekerja saat memproduksi gaplek di Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. (istimewa)

 
Aang mengaku, untuk bahan baku singkong sendiri dirinya mendapatkan dari para petani di sekitar desanya. Untuk harga singkong ia membeli dari petani dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.300 per kilo gram, tergantung dengan kualitas singkongnya.
 
"Untuk bahannya sendiri cenderung tetap, harganya saya beli dari petani kisaran 1.000 rupiah hingga 1.300 rupiah per kilogram. Petanipun sekarang juga pasrah dengan harga saat pandemi seperti ini," tutur Aang.
 
 
 
Meski ada penurunan permintaan gaplek, namun Aang tidak mengurangi jumlah karyawannya, dirinya mangaku karyawan tetap masuk seperti biasanya.
 
"Kemarin karyawan sebenarnya juga mau saya kurangi. Total ada 25 karyawan, tapi karena banyak yang membutuhkan perkerjaan, ya alhasil karyawan tetap saya suruh masuk dengan sistem sif atau bergiliran," kata Aang.
 
 

Suasana para pekerja saat memproduksi gaplek di Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. (istimewa)

 
Aang menjelaskan, dalam proses pembuatan gaplek, dimulai dari pengupasan singkong, kemudian dilanjut dengan proses perajangan, penjemuran, dan terakhir pengemasan ke dalam karung.
 
"Untuk penjualan sendiri selama ini sudah ada perusahaan yang bekerjasama dengan kami dan produk gaplek ini langsung diambil di sini." tutur Aang. (teg/imm)
 
 
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1777328421.1787 at start, 1777328421.8728 at end, 0.69409489631653 sec elapsed