News Ticker
  • Dari Peserta Magang Menjadi Operator, Kisah Anak Bojonegoro di Lapangan Gas JTB
  • Seni Memimpin di Zona Tak Diketahui: Panduan Penting Bagi Pemimpin Perusahaan
  • Mata Kedutan, Ini Penjelasan Dokter Mata Soal Penyebabnya
  • 14 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 14 September 2026
  • Karnaval HUT Kemerdekaan RI Desa Wadang, Ngasem, Bojonegoro Tampilkan Keragaman Budaya
  • Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora Buntut Keracunan Siswa,
  • Cegah Pencemaran Sungai, Warga di Kecamatan Gayam, Bojonegoro Gelar Aksi Jaga Bumi Kita
  • Tutup Pelatihan PKA Angkatan III, Wabup Nurul Azizah Minta 30 Pejabat Bojonegoro Jadi Penggerak Perubahan
  • 12 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 September 2026
  • Buka Pameran Temporer di Museum Rajekwesi, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Merawat Sejarah dan Kebudayaan Daerah
  • Resmikan Pusat Riset Pesantren, Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 1.100 Santri Jatim
  • Tingkatkan Tertib Administrasi Digital, DWP Bojonegoro Gelar Bimtek Updating E-Reporting
  • Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan yang Hilang saat Liputan Bencana Anak Krakatau
  • Tekan Angka Kecelakaan Hingga Hemat Biaya Orang Tua, Pemkab Bojonegoro Optimalkan Layanan Angkutan Pelajar Gratis
  • 11 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 September 2026
  • Diduga Akibat Bediang, Dapur dan Kandang Sapi Milik Warga Malo, Bojonegoro Terbakar
  • Kekeringan Meluas ke 60 Desa, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih di Sumberrejo
  • Dorong Pemuda Mandiri Berkarya, Pemkab Bojonegoro Tutup Bootcamp Ekonomi dan Fasilitasi Legalitas Usaha
  • Kekeringan Meluas di 72 Desa, Wabup Nurul Azizah Minta BPBD Bojonegoro Cepat Tanggap dan Jangan Terpaku Administrasi
  • Rehab Fasad Hingga Pembangunan Menara 42 Meter, Pemkab Bojonegoro Perbuat Wajah Masjid Agung Darussalam
  • Misi Dagang Jatim-Kaltara Tembus Rp2 Triliun, Pemprov Jatim Perkuat Antarpulau dan Ketahanan Pangan
Petani di Trucuk, Bojonegoro, Keluhkan Harga Cabai Merah yang Anjlok

Petani di Trucuk, Bojonegoro, Keluhkan Harga Cabai Merah yang Anjlok

Bojonegoro - Petani cabai merah keriting di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku pasrah dengan kondisi harga jual di pasaran, karena saat ini harga jual cabai merah keriting di tingkat petani anjlok, atau hanya berkisar Rp 13 ribu per kilogramnya, sehingga membuat para petani di desa tersebut merugi.
 
Pada musim panen tahun lalu, harga jual cabai merah keriting di tingkat petani berkisar Rp 40 ribu per kilogram. Sementara 3 bulan lalu, atau jelang perayaan hari raya Idul Fitri, harga jual di tingkat petani juga berkisar Rp 40 ribu per kilogram.
 
 
Salah satu petani cabai merah keriting di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Surini (55) kepada awak media ini Kamis (24/6/2021) mengatakan bahwa harga cabai merah keriting di tingkat petani saat ini turun drastis, tinggal Rp 13 ribu per kilongram, padahal 3 bulan lalu atau jelang Idul Fitri, harga jualnya Rp 40 ribu rupiah per kilogram.
 
"Harganya turun terus ini, padahal kualitas cabai musim panen ini cukup bagus," tutur Surini.
 
 

Petani cabai merah keriting di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, saat panen. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Surini mengaku, dengan anjloknya harga jual tersebut dirinya dan para petani cabai merah keriting di desanya hampir pasti mengalami kerugian.
 
"Biaya yang kami keluarkan untuk pembelian benih, pupuk, dan biaya perawatan, serta pembelian obat-obatan, tidak sebanding dengan pendapatan penjulanan cabai saat panen kali ini." tutur Surini.
 
 
 
Sementara itu, Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Dwi Setiarso mengatakan, bahwa total lahan yang ditanami cabai merah keriting di wilayah Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, sebanyak 10 hektare.
 
"Sudah dari dulu kami selalu mendampingi para petani cabai merah di Desa Tulungrejo ini. Kami rutim memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada para petani," kata Dwi Setiarso.
 
 

Tanaman cabai merah keriting mlik petani di Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, saat panen. (foto: dan/beritabojonegoro)

 
Dewi menjelaskan bahwa setiap tahun, sebagian warga desa setempat selalu menanam cabai merah keriting, karena tanahnya cocok daan hasil panennya bagus.
 
"Memang di daerah sini cocok ditanami cabai merah keriting, selain karena kultur tanah cocok, kebutuhan air sangat mencukupi karena dekat dengan Sungai Bengawan Solo. Sementara terkait hama, rata-rata petani sudah bisa mengatasinya." kata Dwi Setiarso.
 
Sementara itu, berdasarkan penelusuran awak media ini, harga jual cabai merah keriting di pasar tradisional Bojonegoro Kota hari ini pada kisaran Rp 20 ribu per kilogram. (dan/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1789427168.149 at start, 1789427168.4214 at end, 0.27241683006287 sec elapsed