News Ticker
  • Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Disperinaker Bojonegoro Fasilitasi Pendaftaran Merek Gratis bagi Pelaku IKM
  • Hadiri Rakor Bersama Menko IPK AHY, Bupati Blora Siap Perluas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu
  • Tingkatkan Resapan Air, DLH Bojonegoro dan EMCL Gelar Kampanye Biopori di Padangan
  • 15 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 15 September 2026
  • Dari Peserta Magang Menjadi Operator, Kisah Anak Bojonegoro di Lapangan Gas JTB
  • Seni Memimpin di Zona Tak Diketahui: Panduan Penting Bagi Pemimpin Perusahaan
  • Mata Kedutan, Ini Penjelasan Dokter Mata Soal Penyebabnya
  • 14 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 14 September 2026
  • Karnaval HUT Kemerdekaan RI Desa Wadang, Ngasem, Bojonegoro Tampilkan Keragaman Budaya
  • Wakil Kepala BGN Copot Kepala Dapur dan Suspend Permanen SPPG Sukorejo 2 Blora Buntut Keracunan Siswa,
  • Cegah Pencemaran Sungai, Warga di Kecamatan Gayam, Bojonegoro Gelar Aksi Jaga Bumi Kita
  • Tutup Pelatihan PKA Angkatan III, Wabup Nurul Azizah Minta 30 Pejabat Bojonegoro Jadi Penggerak Perubahan
  • 12 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 12 September 2026
  • Buka Pameran Temporer di Museum Rajekwesi, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Merawat Sejarah dan Kebudayaan Daerah
  • Resmikan Pusat Riset Pesantren, Gubernur Khofifah Salurkan Beasiswa untuk 1.100 Santri Jatim
  • Tingkatkan Tertib Administrasi Digital, DWP Bojonegoro Gelar Bimtek Updating E-Reporting
  • Jurnalis Bojonegoro Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan yang Hilang saat Liputan Bencana Anak Krakatau
  • Tekan Angka Kecelakaan Hingga Hemat Biaya Orang Tua, Pemkab Bojonegoro Optimalkan Layanan Angkutan Pelajar Gratis
  • 11 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 11 September 2026
  • Diduga Akibat Bediang, Dapur dan Kandang Sapi Milik Warga Malo, Bojonegoro Terbakar
Omzet Pengusaha Camilan Asal Desa Bogo, Kapas, Bojonegoro Ini Puluhan Juta per Bulan

Ekonomi Kreatif dan UMKM

Omzet Pengusaha Camilan Asal Desa Bogo, Kapas, Bojonegoro Ini Puluhan Juta per Bulan

Bojonegoro - Singkong, merupakan bahan makan yang bisa diolah menjadi berbagai macam makanan, termasuk untuk makanan ringan atau camilan. Mulai dari camilan kering maupun basah.
 
Salah satu pengusaha camilan asal Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Sutikno (44), pemilik brand Kraaooz ini setiap harinya mengolah satu kuintal singkong untuk dijadikan camilan.
 
 
Sebelum adanya pandemi COVID-19, dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 50 juta, namun sejak adanya pandemi, omzetnya turun separo atau 50 persen.
 
Kepada awak media ini Sabtu (06/02/2021), Sutikno mengaku sebelum memproduksi camilan, dia menjual aneka roti. Baru pada tahun 2013, dia melebarkan usahanya memproduksi camilan.
 
"Saya memilih camilan, sebab expired-nya panjang sehingga risiko return-nya kecil," kata Sutikno.
 
Produk pertama yang dia jual adalah peyek yang isinya dedaunan, yaitu peyek bayam, beluntas dan daun pepaya muda.
Tidak berhenti di sana, Sutikno selalu mengamati pasar, camilan apa yang paling sering dicari oleh masyarakat, sehingga dia berusaha menambah varian produknya. Sekarang Sutikno memiliki sekitar 19 varian camilan.
 
 
 

Kondisi rumah Sutikno, di Desa Bogo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, saat memproduksi camilan. (foto: vera/beritabojonegoro)

 
Dari seluruh varian itu yang paling laris adalah singkong krispi, balung kuwuk, keripik bayam, dan keripik belut. Setiap hari Sutikno selalu memproduksi camilan bahkan juga di hari Minggu.
 
"Untuk kebutuhan singkong krispi dan balung kuwuk membutuhkan satu kuintal singkong setiap harinya," kata Sutikno.
 
Sutikno menjelaskan, untuk pemasaran, dirinya tidak hanya memasarkan produknya di toko swalayan tetapi juga toko oleh-oleh. Harga camilan dengan brand Kraaooz ini dijual mulai harga Rp 4 ribu sampai Rp 25 ribu per bungkus.
 
Saat ditanya omzet penjulanan, dirainya mengaku sebelum adanya pandemi COVID-19, dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 50 juta. Namun kini turun setelah adanya pandemi turun hingga 50 persen.
 
"Penjualan kami terbantu dengan adanya salah satu swalayan. Pandemi tidak berpengaruh terhadap penjualan di sana," kata Sutikno.
 
 
 
Namun kondisi itu sangat berbeda dengan penjualan di toko oleh-oleh. Dengan adanya larangan berpergian atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, maka penjualan camilan miliknya di toko-toko merosot.
 
Bagi pembaca yang ingin mencicipi camilan Kraaooz bisa menghubungi Sutikno di nomor +62 823-3052-0851. (ver/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1789448966.8946 at start, 1789448967.1652 at end, 0.27057194709778 sec elapsed