News Ticker
  • Kapolres Bojonegoro Salurkan Bantuan dan Tinjau Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Desa Jono Temayang
  • Kampung Ilmu Gelar Jumat Sehat, Semarakkan HUT YKIB ke-11 Tahun
  • 7 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 7 November 2026
  • Diterjang Angin, Padepokan Perguruan Silat di Gondang, Bojonegoro Roboh
  • Meriahkan HJB ke-349, GOW Bojonegoro Gelar Lomba Cipta Menu Olahan Ikan Bengawan Solo
  • 12 Rumah di Desa Jono Rusak Diterjang Angin Kencang, Aparat Gabungan Turun Bantu Warga
  • Studi Terbaru Ungkap Kecepatan Jalan Kaki Cepat Berdampak Signifikan Bagi Kebugaran dan Umur Panjang
  • Realisasi Beasiswa Tahap II Bojonegoro Tembus 2.567 Penerima, Ratusan SK Baru Segera Rampung
  • Pemprov Jatim Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 30 November, Sekda Bojonegoro Ajak Warga Manfaatkan Insentif
  • 6 November di Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 6 November 2026
  • Teridentifikasi, Mayat yang Ditemukan di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro Warga Blora
  • Misi Dagang Jatim-Sulsel Tembus Rp5,69 Triliun, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Logistik Kawasan Timur
  • Apresiasi Musda X LDII, Pemkab Bojonegoro Dorong Penguatan SDM dan Kemitraan Sektor Pertanian
  • Sesosok Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan Solo Ngraho, Bojonegoro
  • DPRD Bojonegoro Matangkan 13 Raperda Propemperda 2027, Lindungi Kekayaan Intelektual Hingga Pangan Daerah
  • Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal, Pemkab Bojonegoro Siap Gelar Festival Geopark Bojonegoro 2026 #2
  • 5 November dalam Catatan Sejarah
  • Lomba Sains Anak Bojonegoro: Wahana untuk Menggali Potensi, Kreativitas, dan Jiwa Inovator Anak
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 05 November 2026
  • Wabup Nurul Azizah Beberkan Empat Prioritas Pembangunan Bojonegoro di Tengah Penyesuaian APBD
  • Garasi SPPG di Temayang, Bojonegoro Roboh, 2 Mobil Operasional dan 10 Motor Karyawan Tertimpa Reruntuhan
  • Siaga Bencana Hidrometeorologi, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Tegaskan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Tekuni Melukis Wajah WPAP, Pemuda Bojonegoro Ini per Bulan Raup Puluhan Juta Rupiah

Seni dan Budaya

Tekuni Melukis Wajah WPAP, Pemuda Bojonegoro Ini per Bulan Raup Puluhan Juta Rupiah

Bojonegoro - Suparno (29) atau lebih akrab dipanggil Nonok, pemuda asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro ini terbilang sukses menekuni profesi melukis wajah dengan teknik WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait).
 
Kini, dalam sebulan Nonok bisa mendapat pekerjaan sekitar 200 foto wajah. Bahkan natal kemarin dia menyelesaikan 300 foto wajah. Untuk satu foto wajah, dia mematok harga mulai dari US$ 10, sementara untuk lokal, mulai Rp 100 ribu.
 
 
Keberhasilan sekarang tidak dicapai dengan tiba-tiba. Saat memulai belajar WPAP Nonok juga merasa kesulitan. Sebab dia belajar ototodidak, tidak ada guru, jadi dia harus mencari karakter atau ciri kas dari seniman WPAP.
 
WPAP atau Wedha’s Pop Art Potrait adalah gaya ilustrasi potret manusia (digital) yang didominasi bidang-bidang datar marak warna atau gugus seni ilustrasi potret wajah yang bersaling-silang secara geometri dengan penggunaan kontradiksi warna-warna khusus.
 
 
 

Suparno (29) pemuda asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, dengan lukisan wajah WPAP hasil karyanya. (foto: nonok/koleksi pribadi)

 
Ditemui awak media ini Senin (01/02/2021), mengaku bahwa dirinya mulai belajar melukis wajah dengan teknik WPAP sejak Januari 2015.
 
"Saya iseng-iseng mencari tutorial di internet lebih tepatnya di youtube melukis wajah dengan WPAP," kata bapak satu anak ini.
 
Baru sebulan belajar WPAP, Nonok mendapat inbox dari orang Belanda, dia minta Nonok untuk mengerjakan satu wajah dengan WPAP. Namun Nonok belum berani menjual sebab dia merasa masih belajar. Namun orang Belanda itu memaksa dan memuji gambar yang dibuat Nonok.
 
"Akhirnya orderan pertama saya mendapatkan senilai 5 Euro," kata Nonok.
 
Setelah orderan itu selesai, Nonok mulai bekerja sama dengan banyak orang baik dalam maupun luar negeri. Nonok juga pernah mendesain arena Bandung selama tiga tahun.
 
 
 
Selain itu pada tahun yang sama, Nonok bergabung dengan tim Adam Khabibi orang Pekalongan. Adam adalah TOP Recomended Seller di situs fiverr dot com. Dalam sehari dia mendapat garapan 5-20 face (wajah).
 
"Sejak 2019 sampai sekarang saya masih bekerja dengan orang Belanda itu." kata Nonok.
 
 
Nonok mengungkapkan bahwa kendala yang paling berat dialami ketika ada permintaan revisi dari klien. Kadang ada klient yang rewel sehingga minta diubah karakter wajahnya, dari cemberut menjadi senyum, atau memasangkan baju yang bukan pasangannya, warna tidak sesuai, tidak memiliki kumis minta ditambahi  kumis.
 
"Tapi jarang klien yang minta revisi, sekalinya ketemu klien yang suka revisi, kadang bikin kesal," ucap Nonok.
 
 
Datangnya pandemi ini menjadi berkah untuk Nonok, dia lebih fokus bekerja di rumah. Sehingga penghasilannya bisa 3-4 kali lipat dari biasanya.
 
Untuk yang mau wajahnya dilukis WPAP oleh Nonok, bisa menghubungi Instagram (IG): @wpapstyle, atau melalui nomor: +62 856-3213-002. (ver/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1794027611.8425 at start, 1794027614.438 at end, 2.5954971313477 sec elapsed