News Ticker
  • Penerimaan Pajak DJP Jatim I Capai 51 Persen, Industri Rokok Jadi Penyumbang Terbesar
  • Awas Bahaya Kebiasaan Menunduk Saat Main Ponsel Bisa Picu Saraf Kejepit
  • Kunjungi Blora, Menko Zulhas Wajibkan SPPG Borong Bahan Pangan MBG dari Potensi Desa
  • Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
  • Gedung Sekolah Belum Rampung, 30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Sementara Dititipkan ke Rembang
  • Sinergi Dinsos Bojonegoro dan IZI Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Balen
  • Pemkab Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Dorong Inovasi Peternakan Berkelanjutan
  • 02 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 2 Agustus 2026 di Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Borong Lima Penghargaan pada Puncak Harganas ke-33 Jawa Timur
  • Jalan Kaki 10 Menit Setelah Makan Efektif Turunkan Gula Darah dan Atasi Kembung
  • Sebelum Nonton Spider-Man Brand New Day, Film-film Ini Perlu Ditonton
  • Optimalkan Kinerja Pemerintahan Digital, Pemkab Bojonegoro Matangkan Data Dukung Evaluasi 2026
  • Pemkab Bojonegoro Optimistis Masuk UNESCO Global Geopark
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ruko Makanan Cepat Saji di Baureno Bojonegoro Ludes Terbakar
  • 1 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Sabtu 1 Agustus 2026
  • Pemotor Meninggal Dihantam Pikap Setelah Tabrak Gerobak Bakso di Sugihwaras Bojonegoro
  • Wabup Bojonegoro Sidak Warung Diduga Jadi Tempat Prostitusi di Sukosewu
  • Tekan Angka Kekeringan dan Perluas Ruang Hijau, Pemkab Bojonegoro Gelar Aksi Suka Menanam di Sukosewu
  • Perkuat Kolaborasi Pembangunan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Hibah dan Gelar Pembinaan untuk Ratusan Ormas
  • 31 Juli dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 31 Juli 2026
  • Pemkab Bojonegoro Segera Lakukan Pelebaran Jalan Poros Purwosari-Tambakrejo, Anggaran Rp 20 M
Petani Diminta Pantau Informasi Cuaca dan Menjadi Peserta Asuransi

Petani Diminta Pantau Informasi Cuaca dan Menjadi Peserta Asuransi

Oleh Muliyanto

Bojonegoro - Kondisi tinggi muka air Sungai Bengawan Solo yang fluktuatif dan hujan yang terjadi di wilayah hulu maupun hilir harus diperhatikan oleh semua pihak salah satunya ada petani yang berada di daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang terdampak jika sungai terpanjang di Pula Jawa ini meluap. Apalagi saat ini para petani ada yang sudah mulai menjelang musim panen atau ada yang baru saja akan memulai tanam kembali. Untuk mengurani dampak akibat kerugian diharapkan agar intensif memantai informasi cuaca dan perkembangan tinggi muka air Sungai Bengawan Solo melalui media yang ada.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto, berdasarkan data dari Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro kondisi tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini pada skala 12.84 mdpl. Meskipun masih pada  level di bawah siaga, namun TMA Dungus Ngawi menunjukkan level siaga 2 (kuning) sehingga dipastikan berpengaruh pada kenaikan TMA Bojonegoro.

BPBD memperkirakan tengah malam nanti permukaan air Bengawan akan kembali masuk ke level siaga 1 (hijau). Adapun hal hal yg perlu mendapatkan perhatian masyarakat di antaranya.  Tingginya TMA Bengawan mengakibatkan 12  anak sungai di wilayah Bojonegoro tidak dapat lancar mengalir sehingga berpotensi mengakibatkan genangan di sekitar bantaran dan muara hal ini diperparah dengan hujan lokal yang terjadi.

Untuk mengurangi risiko kerugian areal pertanian diharapkan agar petani tidak melakukan panen dini, hanya berdasarkan informasi yang tidak akurat. Menurutnya, petani harus memanfaatkan media baik radio, media cetak maupun media sosial untuk melihat kondisi. Seperti tahun lalu banyak petani kita yang memilih panen dini hanya karena takut padi yang sebentar lagi panen terendam banjir. Nyatanya banjir tak sampai merendam areal persawahan mereka. Ditegaskan, bahkan Bupati Bojonegoro rela terjun langsung menjumpai para petani untuk, memberikan informasi langsung kepada masyarakat agar tidak terburu-buru panen dini namun petani mengikuti informasi. Apalagi kini prediksi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo sudah bisa diprediksikan ketinggian atau level, waktu banjir akan menggenangi  Bojonegoro dan daerah yang terdampak.

“Kita sudah memiliki sistem informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, jadi intensifkan informasi dan aktif mendengarkan informasi. Selain itu Pemerintah Bojonegoro juga mensosialisasikan kepada petani-petani rawan terdampak banjir bengawan solo agar mengikuti asuransi pertanian yang biayanya relatif ringan. Yakni Petani hanya perlu membayar premi Rp 36 ribu per 1 ha dari total premi Rp180 ribu. Sementara, sisanya akan dibayarkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data yang ada setidaknya 8 kecamatan di wilayah Bojonegoro sudah memanfaatkan asuransi pertanian yakni Kecamatan Balen 180,01 ha, Kecamatan Padangan 187,28 ha, Kecamatan Kapas 773,76 ha, Kecamatan Bojonegoro 288,75 ha, Kecamatan Kanor 275,79 ha, Kecamatan Sumberejo 28.25 ha, Kecamatan Trucuk 85,43 ha, Kecamatan Sekar 352,25 ha, Kecamatan Baureno 500,44 ha dan Kecamatan Temayang 69,00 ha, ini adalah data ditahun 2016. Diakhir penjelasannya, Heru Sugiharto menegaskan bahwa informasi jika dimanfaatkan akan memberi dampak yang postif hanya dibutuhkan kemauan dan pro aktif. (mol/kik)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785676186.6222 at start, 1785676187.2216 at end, 0.59930396080017 sec elapsed