News Ticker
  • Mtq Kabupaten Bojonegoro Diikuti 250 Peserta, Jadi Wadah Pembinaan Generasi Qurani
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 01 Oktober 2026
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 01 Oktober 2026
  • 01 Oktober dalam Sejarah
  • Polisi Buru Dua Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Depan Balai Desa Trenggulunan Ngasem Bojonegoro
  • Bayar PBB Pakai Sampah, Cantika Wahono: Bank Sampah Desa Sudu Bisa Jadi Percontohan Bojonegoro
  • Kebakaran Hutan di Kalitidu Bojonegoro Nyaris Ludeskan Bangunan Sekolah, Api Berjarak 10 Meter
  • Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Bojonegoro dan PT Shou Fong Lastindo Buka 3.000 Lowongan Kerja
  • Sepeda Motor Milik Warga Trucuk, Terbakar di Jalan Raya Margomulyo, Balen, Bojonegoro
  • Edukasi Jurnalistik Era Digital, RPS Gelar Mobil Jurnalisme di SMK Mambail Futuh Tuban
  • Angka Kasus Stroke Usia Muda Melonjak Hampir Dua Lipat, Begini Menurut Ahli
  • 30 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Optimalisasi Tata Kelola Keuangan Desa, Pemkab Bojonegoro Bekali Para Sekdes
  • Cuaca Bojonegoro Rabu 30 September 2026
  • Pemkab Bojonegoro Tanggung Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Rentan, Ahli Waris Satlinmas Pacul Terima Santunan Kematian
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 29 September 2026
  • Batik Obor Sewu Khas Bojonegoro, Refleksi Ajaran Luhur Masyarakat Samin
  • Seorang Pria asal Tuban Jadi Korban Pembacokan di Bojonegoro
  • Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro dan ORADO Gelar Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI
  • 28 September dalam Catatan Sejarah
  • Cuaca Bojonegoro 28 September 2026
  • Nauval Rasyaad, Siswa Bojonegoro Peraih Medali Perunggu di OSN 2026
  • Pemprov Jatim Raih Terbaik I IHYA 2026, Khofifah Dorong UMKM Jadi Lokomotif Halal Global
Kapolres Bojonegoro dan Ketua MUI, Deklarasi Anti Radikalisme dan Intoleransi

Kapolres Bojonegoro dan Ketua MUI, Deklarasi Anti Radikalisme dan Intoleransi

Oleh Imam Nurcahyo

Bojonegoro Kota - Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi dan Ketua MUI, Prof Dr KH Maruf Amin, beserta sejumlah tokoh, saat menghadiri Seminar Nasional dengan tema “Arus Baru Ekonomi Indonesia" di Islamic Center Bojonegoro, pada Rabu (01/11/2017) siang, lakukan penanda-tanganan dan deklarasi kebangsaan melawan radikalisme dan intoleransi.

Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.

 

Disela sela penandatanganan, kepada awak media ini Kapolres Bojonegoro sempat berbincang bincang dan menyampaikan bahwa, apa yang dilakukan oleh dua kampus tersebut perlu dijadikan contoh buat yang lain. Meskipun saat ini situasi kamtibmas di Kabupaten Bojonegoro masih sangat kondusif, namun menurut beliau kewaspadaan masuknya paham radikalisme perlu diantisipasi.

"Kegiatan ini untuk membentengi generasi muda dari paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Melawan radilalisme kita tidak boleh lengah, harus tetap waspada," ungkap Kapolres.

Setelah pelaksanaan penandatanganan dan deklarasi kebangsaan melawan radikalisme dan intoleransi, dilanjutkan dengan seminar Nasional dengan tema "Arus Baru Ekonomi Indonesia" dengan narasumber Ketua MUI, Prof Dr KH Maruf Amin yang menyampaikan bahwa, pentingnya mewaspadai dan menangkal radikalisme. Karena menurut KH Maruf Amin, ada kelompok radikal yang ingin mengubah dasar Negara.

Disampaikan oleh KH Maruf Amin, intoleran adalah kelompok yang tidak bisa menerima perbedaan, ada kelompok - kelompok yang fanatik, tidak sepaham dianggap kafir, dan kelompok itu menurutnya berbahaya sekali karena bisa merusak keutuhan bangsa.

"Persoalan agama sudah selesai, tidak saling bertentangan antara Pancasila dan Islam, sehingga tidak perlu  dipermasalahkan lagi. Indonesia bukan negara Islam, negara ini adalah negara Bhineka Tunggal Ika," kata KH Maruf Amin.

Terkait dengan perkembangan ekonomi indonesia, menurut KH Maruf Amin, sekarang ini terjadi kesenjangan ekonomi kuat dan ekonomi lemah. Bahkan kesenjangan umat ini juga menjadi kepedulian Presiden.

Ketua MUI, menyatakan bahwa, kesenjangan ekonomi itu sudah ada sejak lama dan lembaganya berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan ekonomi melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

"Untuk menghilangkan kesenjangan harus ada perubahan besar yaitu melalui arus baru ekonomi indonesia, dan arahnya pemberdayaan umat. Kalau umatnya kuat bangsanya kuat begitu sebaliknya," terang KH Maruf Amin. (red/imm)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1790834049.5871 at start, 1790834050.3057 at end, 0.71852087974548 sec elapsed