News Ticker
  • Kecelakaan Beruntun Tiga Motor di Trucuk Bojonegoro, Satu Pengendara Meninggal Dunia
  • PDM Bojonegoro Terima Hibah Rp5,5 Miliar APBD untuk Pembangunan Kantor Permanen
  • Dukung Swasembada Pangan, Petani Milenial Kedungadem Bikin Brigade Pangan Tunas Berkembang
  • Sering Minum Minuman Manis Sejak Kecil Tingkatkan Risiko Hipertensi Saat Dewasa
  • Kejar Elektrifikasi Seratus Persen, Pemprov Jatim Pasang Instalasi Listrik Gratis di Enam Kabupaten
  • 3 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Rumah Warga di Kepohkidul Kedungadem Hangus Terbakar, Kerugian Puluhan Juta
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 Agustus 2026
  • Penerimaan Pajak DJP Jatim I Capai 51 Persen, Industri Rokok Jadi Penyumbang Terbesar
  • Awas Bahaya Kebiasaan Menunduk Saat Main Ponsel Bisa Picu Saraf Kejepit
  • Kunjungi Blora, Menko Zulhas Wajibkan SPPG Borong Bahan Pangan MBG dari Potensi Desa
  • Pemprov Jatim Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Selama Agustus 2026
  • Gedung Sekolah Belum Rampung, 30 Siswa Baru SRMA 18 Blora Sementara Dititipkan ke Rembang
  • Sinergi Dinsos Bojonegoro dan IZI Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Balen
  • Pemkab Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Dorong Inovasi Peternakan Berkelanjutan
  • 02 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 2 Agustus 2026 di Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Borong Lima Penghargaan pada Puncak Harganas ke-33 Jawa Timur
  • Jalan Kaki 10 Menit Setelah Makan Efektif Turunkan Gula Darah dan Atasi Kembung
  • Sebelum Nonton Spider-Man Brand New Day, Film-film Ini Perlu Ditonton
  • Optimalkan Kinerja Pemerintahan Digital, Pemkab Bojonegoro Matangkan Data Dukung Evaluasi 2026
  • Pemkab Bojonegoro Optimistis Masuk UNESCO Global Geopark
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ruko Makanan Cepat Saji di Baureno Bojonegoro Ludes Terbakar
  • 1 Agustus dalam Sejarah
BPBD Getol Tanam Mangrove di Bantaran Bengawan Solo

BPBD Getol Tanam Mangrove di Bantaran Bengawan Solo

Oleh Muliyanto 

Bojonegoro – Bantaran Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro banyak yang longsor. Bukan hanya menyeret tanaman di bantaran sungai, namun longsor juga banyak menyeret bangunan rumah dan fasilitas umum. Seperti halnya yang terjadi di kawasan Kelurahan Jetak/Kecamatan Kabupaten Bojonegoro dan di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan.

Titik longsor merata terjadi mulai di wilayah barat Bojonegoro yakni di Kecamatan Padangan hingga di wilayah timur Bojonegoro yakni di Kecamatan Baureno. Longsor sering terjadi usai sungai terpanjang di Pulau Jawa itu penuh lalu surut. Tanah bantaran yang labil merekah lalu longsor.

Untuk mencegah terjadinya longsor di daerah bantaran sungai itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro kini getol menanam pohon mangrove di sepanjang bantaran sungai. Tanaman mangrove dinilai kuat menahan empasan air dan menjaga tebing sungai agar tidak longsor.

Petugas BPBD Bojonegoro menanam bibit mangrove di kawasan Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kemarin. Kegiatan menanam pohon ini melibatkan relawan tagana, masyarakat, dan pihak kecamatan.

Menurut Kepala BPBD Bojonegoro, Andik Sujarwo, tanaman mangrove terbukti mampu menahan longsor. Oleh karena itu, kata dia, kini pihak BPBD getol mengajak masyarakat menanam mangrove di sepanjang bantaran Bengawan Solo.

“Saat ini bantaran Sungai Bengawan Solo pasti akan mengalami longsor. Sebab, belum ada penahan tebing yang ada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo itu,” ujarnya.

Tanaman mangrove diharapkan mampu mengurangi risiko kerusakan yang ditimbulkan akibat gerusan atau erosi Sungai Bengawan Solo. Tanaman mangrove juga bisa menjadi tempat hidup bagi aneka satwa di sepanjang sungai itu.

Andik Sapaan akrabnya menambahkan penanaman pohon mangrove ini bisa diterapkan di semua desa yang ada di pinggiran Sungai Bengawan Solo. Namun sebelum melakukan penanaman diharapkan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo (BBWS) agar penanaman pohon mangrove saat kondisi debit air Bengawan Solo tinggi tidak mempengaruhi arus air di sungai.

Bibit mangrove berasal dari bantuan DPBD, selain itu pembelian bibit mangrove bersumber dari swadaya masyarakat. Gerakan menanam mangrove ini diharapkan didukung penuh oleh masyarakat terutama di daerah bantaran sungai. “Kalau gotong royong, pasti akan ringan. Manfaatnya juga akan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.

Tanah bantaran Sungai Bengawan Solo di Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, terus longsor. Saat ini panjang longsoran mencapai 500 meter, lebar 50 meter, dengan kedalaman 10 meter.

Jarak tanah yang longsor itu dengan rumah Mashari dan Maryoto tinggal 2-3 meter lagi. Sementara, rumah-rumah lainnya berjarak 5-10 meter dengan tanah tepian Bengawan yang longsor.

Sejak terjadi longsor pada 2008 lalu sedikitnya sudah ada delapan rumah warga yang dibongkar dan dipindah. Di antaranya rumah Wardoyo, Jaiz, Warji, Biran, Ngainah, Jasmo, Trisno, dan Suhadi. Mereka sudah pindah karena tanah yang ditempatinya tergeruslongsor. Bahkan kini tanah itu sudah amblas digerus longsor.

Menurut Wardoyo, tanah yang longsor ini persis berada di daerah tikungan sungai. Arus Bengawan Solo terus mengikis tanah di daerah tikungan sungai tersebut sehingga beberapa kali terjadi longsor.

“Dulu tanah di bantaran sungai itu berupa perkampungan. Namun, perkampungan itu hilang karena digerus longsor,” ujarnya. (mol/kik)

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785767042.6844 at start, 1785767044.4538 at end, 1.7694449424744 sec elapsed