News Ticker
  • 06 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Selasa 06 Oktober 2026
  • Blora Jadi Salah Satu Piloting MBG Prasmanan, Bupati-Wabup Pantau Antusiasme Siswa
  • Terlindas Truk di Jalan Raya Dander, Bojonegoro, Pelajar Asal Blora Meninggal Dunia
  • Sabet 9 Medali di Jatim Open Pandaan, Atlet Renang Taman Tirta Aquatic Bojonegoro Tampil Impresif
  • Kaya Nutrisi dan Terjangkau, Ini Manfaat Ikan Lele Bagi Kesehatan Beserta Risiko Pengolahannya
  • Hasilkan 12 Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, BI Jatim dan Pemprov Sukses Gelar EJIF 2026
  • 05 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Senin 05 Oktober 2026
  • Tegaskan Tata Kelola Bersih, Bupati Bojonegoro Terbitkan SE Pencegahan Pungli dan Korupsi Pelayanan Publik
  • Irjen Pol Dekananto Eko Purnomo, Jenderal Asal Bojonegoro yang Diangkat Jadi Kapolda Jatim
  • Tawarkan Industri Pakan Ternak Kedungadem di EJIF 2026, Pemkab Bojonegoro Genjot Investasi dan Promosi Produk Lokal
  • Tabrak Lari, Pemotor Asal Sumenep Meninggal Dunia di Jalan Raya Balen, Bojonegoro
  • Matangkan Gagasan Pendidikan Khas Daerah, Dewan Pendidikan Bojonegoro Kunker ke DIY
  • Film Verity, Thriller Erotis yang Kurang Menegangkan
  • Sambut HUT ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Bebaskan Denda PKB dan Beri Keringanan Bagi Buruh hingga Ojol
  • 16 Pendonor Darah Bojonegoro Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim
  • 3 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Sabtu 3 Oktober 2026
  • Tingkatkan Kesadaran Pencegahan Kanker Serviks, DWP Bojonegoro Siapkan Program Vaksinasi HPV Terjangkau
  • Defisit Kalori Tanpa Karbohidrat Berisiko Pusing dan Lemas, Pakar Gizi Ingatkan Pentingnya Asupan Glukosa untuk Otak
  • Akses Jalan 11 Dusun Jadi Tumpuan, Pemdes Napis Harapkan Bantuan Jembatan dari Pemkab Bojonegoro
  • Bupati Setyo Wahono Dorong BUMDes Napis Jadi Off-Taker Hasil Tani dan Opsi Pemekaran Desa
  • TP PKK Bojonegoro Gelar Workshop Optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok, Upaya Lindungi Keluarga dari Asap Rokok dan Vape
Ibu Korban Minta AR Dihukum Berat

Kasus Pencabulan dan Pembunuhan Bocah SD di Tambakrejo Bojonegoro

Ibu Korban Minta AR Dihukum Berat

Oleh Piping Dian Permadi

Tambakrejo - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban pencabulan dan pembunuhan bocah umur 10 tahun di Desa Pengkol Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro pada Senin (18/07) lalu. Sholikah, ibu korban, mengaku sangat kehilangan dan meminta pihak berwajib untuk dapat menghukum tersangka seberat-beratnya.

Meski tersangka AR (20) masih merupakan kerabat dekat namun perbuatan yang dilakukan oleh AR di luar batas. AR tega mencabuli dan menghabisi nyawa korban yang masih berusia 10 tahun. "Harapannya dihukum seberat-beratnya," ujar Sholikah singkat sambil mengusap air mata.

Sholikah menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak berwajib agar memberikan hukuman yang setimpal bagi tersangka. Ia mengaku tidak menyangka sama sekali tersangka tega melakukan perbuatan tersebut.

Saat DPRD Bojonegoro, P3A dan BPPKB Kabupaten Bojonegoro datang untuk memberikan dukungan mental bagi keluarga korban, Sholikah yang sempat menangis tersedu - sedu menceritakan banyak hal tentang anak pertamanya tersebut.

Hari itu Minggu (17/07) sejak pagi sebelum musibah nahas tersebut terjadi Sholikah mengaku tidak memiliki firasat apapun. Seperti hari biasa ia membiarkan Zahra bermain dengan teman sebayanya. Saat itu Zahra bermain dengan 3 teman sebaya Risma, Bayu dan Azzam.

Pagi harinya Zahra sempat juga diminta tolong olehnya untuk membeli sayur di toko terdekat. "Ayahnya juga minta tolong seperti biasa beli sesuatu di toko, waktu siang hari biasanya tidur siang Zahra tidak mau dan masih terus bermain, akhirnya saya biarkan," tutur Sholikah.

Sore harinya saat korban tak kunjung pulang, Sholikah sangat kebingungan mencari kesana kemari bersama warga sekitar. Bahkan sempat ada usaha meminta bantuan orang pintar hingga akhirnya pagi hari ditemukanya korban.

Ia menceritakan Zahra yang baru saja akan naik kelas V sekolah dasar juga telah dibelikan peralatan sekolah seperti buku dan pensil. Hari Senin harusnya baru akan dimulai tahun ajaran baru pertama kalinya akan menginjak kelas V SD.

"Sudah beli buku, dan perlengkapan lain kalau sepatu baru tapi sudah beli lama," ujarnya menceritakan.

Saat ditanya apakah tersangka memang sering mengajak korban ke sungai, ia mengatakan kalau hanya sekedar mengajak main ke sungai untuk mencari ikan itu biasa. Karena korban juga senang dengan ikan.

Sementara itu untuk aktivitas mandi di sungai biasanya ketika pompa air dari desa rusak warga sekitar banyak mandi di sungai. Seperti saat ini sudah sekitar 3 bulanan.

Divisi Advokasi P3A Kabupaten Bojonegoro, Ummu Hanik juga meminta Sholikah untuk tabah dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Menurutnya pelaku juga harus dihukum seberat - beratnya.

"Yang pertama kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak terulang. Yang kedua kami ingin mengembalikan trauma keluarga serta masyarakat," ungkapnya.

Beberapa waktu lalu Ummu Hanik juga menuturkan bahwa tersangka ini pantas untuk dihukum mati akibat perbuatannya tersebut. "Menurut saya, tak seimbang dengan kejahatannya harusnya dihukum mati juga," ujarnya waktu itu.

Sementara itu tersangka kasus pencabulan dan pembunuhan bocah umur 10 tahun di Tambakrejo hanya disangka dengan pasal 80 ayat 3 Jo pasal 81 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. (pin/kik)

 

Foto ibu korban, Sholikah

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1791255000.2382 at start, 1791255000.568 at end, 0.32987499237061 sec elapsed