Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Juli 2026
Selasa, 28 Juli 2026 08:00 WIBOleh Tim Redaksi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya pada Selasa (28/07/2026). Secara umum, masyarakat di Kota Ledre diproyeksikan akan disambut kondisi cuaca yang cenderung cerah berawan hingga berawan tebal sepanjang hari, sangat mendukung untuk mobilitas warga maupun aktivitas luar ruangan di pertengahan pekan.
Berdasarkan data resmi BMKG, pada pagi hari mulai pukul 07.00 WIB, langit di 28 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro diperkirakan didominasi oleh cuaca cerah berawan. Suhu udara di pagi hari bergerak stabil dan terasa sejuk, berkisar antara 23°C hingga 26°C. Kelembapan udara tercatat berada pada rentang 75 hingga 85 persen dengan laju hembusan angin tenang yang bertiup dari arah tenggara.
Memasuki siang hingga sore hari, intensitas radiasi matahari diprediksi akan meningkat signifikan. Terik matahari di siang bolong diperkirakan mencapai puncak suhu maksimum di kisaran 32°C hingga 34°C. Seiring dengan tingginya suhu udara, tingkat kelembapan akan merosot drastis hingga 50-55 persen. Tiupan angin bertiup dari arah timur menuju tenggara dengan kecepatan rata-rata berkisar 10 hingga 20 km/jam. Kendati demikian, potensi pembentukan awan konvektif dapat memicu awan tebal tipis di wilayah barat dan selatan Bojonegoro.
Pada malam hingga dini hari, suhu udara diprakirakan kembali melandai dan terasa sejuk berkisar antara 23°C hingga 25°C. Kondisi langit tetap bertahan pada kategori berawan dengan kelembapan udara yang merangkak naik hingga menyentuh angka 85-90 persen.
BMKG mengimbau masyarakat Kabupaten Bojonegoro, khususnya yang banyak beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, untuk selalu menjaga kebugaran tubuh dan mencukupi asupan air minum harian guna mengantisipasi dehidrasi akibat sengatan cuaca terik. Selain itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan mengingat kondisi vegetasi yang relatif mengering di puncak musim kemarau ini guna mencegah potensi kebakaran.
Editor Mulyanto































