Truk Molen Tak Kuat Menanjak di Kedewan Bojonegoro, Sopir Meninggal Dunia Tergencet
Sabtu, 25 Juli 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kecelakaan tunggal yang merenggut korban jiwa terjadi di jalan PUK Kawengan-Malo, tepatnya di pertigaan jalan Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (25/07/2026) sekitar pukul 09.50 WIB. Sebuah truk molen bermuatan semen cor terperosok mundur saat melintasi jalan menanjak hingga terbalik dan mengakibatkan pengemudinya meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama membenarkan peristiwa tersebut. Korban meninggal dunia di lokasi. Korban diketahui bernama Setu Mianto (56), warga Desa Balun LR 2 Timur RT 02 RW 05, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Ipda Septian Nur Pratama menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut bermula saat truk molen merk Hino warna putih dengan nomor polisi H 9104 QQ yang dikemudikan korban melaju dari arah Malo. Kendaraan bermuatan semen cor tersebut berencana menuju Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Setibanya di jalan Desa Kawengan dengan kondisi medan yang menanjak, kendaraan tersebut tiba-tiba tidak kuat menanjak dan berjalan mundur. Pengemudi diduga tidak dapat menguasai laju kendaraan sehingga truk meluncur bebas.
"Truk hilang kendali lalu menabrak pohon, tiang Wifi, tiang lampu PJU, dan tiang lampu hazard di tepi jalan. Setelah menabrak sejumlah fasilitas publik tersebut, armada truk akhirnya terbalik dan mengakibatkan sopir meninggal dunia di tempat karena tergencet dalam ruang kemudi," kata Ipda Septian.
Petugas yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban yang terhimpit kabin kemudi. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Padangan.
Menyikapi insiden tersebut, Ipda Septian Nur Pratama megimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para pengemudi kendaraan angkutan barang dan kendaraan berat agar selalu waspada.
"Utamakan keselamatan dengan rutin mengecek kelaikan teknis kendaraan serta memastikan muatan tidak melebihi kapasitas operasional sebelum beraktivitas. Selalu konsentrasi dan tingkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur rawan dengan kontur jalan menanjak curam serta berkelok demi mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Ipda Septian.(red/imm)
Reporter: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo































