News Ticker
  • Bupati Bojonegoro Salurkan Bantuan Saprotan ke 99 Kelompok Tani
  • Penyebab Mengapa Warga RI Tak Banyak yang Berumur Panjang
  • Disnakkan Bojonegoro Gelar Bimtek GAYATRI Serentak untuk 242 KPM di Tiga Lokasi
  • Gelar Peralatan Kebencanaan Jatim 2026 Dipusatkan di Pantai Pancer Door Pacitan
  • Penerimaan DBH SDA Bojonegoro Tahap III Tahun 2026 Tembus Rp 377,16 Miliar
  • Dorong IKM Tembus Pasar Global, Dekranasda Bojonegoro Gelar Pembinaan dan Gandeng FEB UMM
  • 22 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 22 Juli 2026
  • Masyarakat Desa Sudu, Gayam, Bojonegoro Targetkan Bisa Kelola Sampah Se-Kecamatan
  • Tingkatkan Skill Wirausaha Muda, Dinpora Bojonegoro Gelar Workshop Video Promosi Berbasis Ponsel
  • Permintaan Batik Bojonegoro Meningkat
  • Slow Jogging vs Jogging Biasa, Mana Lebih Bermanfaat?
  • 21 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 21 Juli 2026
  • Peringati World Diabetes Day 2026, IDI Bojonegoro dan PERSADIA Edukasi Masyarakat Kendalikan Diabetes
  • 20 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 20 Juli 2026 di Bojonegoro
  • Bahas Pembangunan Pasar Kota, Komisi B DPRD Bojonegoro Desak Penuntasan Relokasi Pedagang ke Pasar Wisata
  • Diplomasi Kuliner Bupati Arief Rohman, Lontong Opor Pak Pangat Ngloram Pikat Sekjen Kementerian ESDM
  • Bahaya Mengonsumsi Mi Instan Mentah Bagi Pencernaan, Berisiko Picu Penyakit Kronis
  • Perkuat Swasembada Gula Nasional, Pemprov Jawa Timur Targetkan Pengembangan Puluhan Ribu Hektare Lahan Tebu
  • Dukung Geopark Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Lepas Ratusan Peserta Pembekalan Pariwisata Berkelanjutan
  • Bupati Setyo Wahono Minta Lima Kepala Desa PAW Segera Tancap Gas Bangun Desa
  • Tertimpa Pohon Tumbang, Seorang Pemotor di Balen, Bojonegoro Meninggal di Rumah Sakit
Kakek 82 Tahun di Ngasem, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan

Penemuan Mayat

Kakek 82 Tahun di Ngasem, Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan

Bojonegoro - Seorang kakek berusia 82 tahun bernama Puyo, warga Desa Ngantru RT 023 RW 003, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di area persawahan di bawah jembatan desa setempat. Minggu pagi (22/02/2026).
 
Malam sebelumnya atau usai salat tarawih, korban pergi ke rumah anaknya yang juga tinggal di desa setempat, dan pada pukul 21.30 WIB korban berpamitan pulang ke rumahnya.
 
 
Namun keesokan harinya atau pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB, korban ditemukan oleh tetangganya tergeletak di area persawahan di bawah jembatan desa setempat dalam kondisi meninggal dunia.
 
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun dari keterangan pihak keluarga, selain usianya telah lanjut, korban juga menderita sakit tekanan darah tinggi.
 
Dugaan sementara, penyebab kematian korban karena sakit yang dideritanya kambuh dan tidak ada yang menolong sehingga korban meninggal.
 
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
 
 
 
Kapolsek Ngasem, Polres Bojonegoro, Inspektur Satu (Iptu) Mujianto, dikonfirmasi awak media ini membenarkan adanya penemuan mayat seorang laki-laki di area persawahan di bawah jembatan Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
 
“Korban bernama Puyo, umur 82 tahun, warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro,” tutur Iptu Mujianto.
 
Kapolsek mengungkapkan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, korban keluar dari rumah untuk pergi salat tarawih. Dan setelah selesai, korban pergi ke rumah anaknya di Desa Ngantru RT 014 RW 002, Kecamatan Ngasem.
 
“Keseharian korban setelah salat isya atau tarawih, pergi untuk berkunjung ke rumah anaknya tersebut,” tutur Kapolsek Iptu Mujianto,
 
 
Kemudina pada pukul 21.30 WIB, lanjut Kapolsek, korban berpamitan pada anaknya untuk pulang ke rumahnya, namun pada Minggu (22/02/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, korban ditemukan oleh tetangganya yang bernama Subiyati, tergeletak di area persawahan di bawah jembatan desa setempat dalam kondisi telah meninggal dunia.
 
“Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia,” kata Kapolsek.
 
Kapolsek menjelaskan bahwa setelah mendapat laporan, pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban.
 
“Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke rumah duka” kata Kaposek.
 
 
Berdasarkan hasil identifikasi, korban mengenakan baju kemeja lengan pendek bermotif kotak-kotak; celana pendek kolor warna cokelat; sarung bermotif warna cokelat, putih, hitam; dan memakai peci warna hitam.
 
Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas Ngasem bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
 
Sedangkan berdasarkan keterangan keluarganya, korban mempunyai riwayat penyakit darah tinggi.
 
“Korban murni meninggal karena sakit dan tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.” tutur Kaposel.
 
 
Masih menurut Kapolsek bahwa pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi, dan menerima kalau kematian korban sebagai musibah yang dikuatkan dengan membuat surat pernyataan.
 
“Saat ini jenazah korban telah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto. (red/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1784737137.9387 at start, 1784737138.3839 at end, 0.44521594047546 sec elapsed