News Ticker
  • Bus Rajawali Indah Tabrak Truk di Baureno, Bojonegoro, Kenek Bus Luka Ringan
  • Harga Emas Antam Naik Rp 30.000, Kembali Pecahkan Rekor Tertinggi di 2.917.000 per Gram
  • Kemenkes Temukan Risiko Kesehatan Tinggi di Berbagai Usia dari Hasil CKG 2025, Dorong Penguatan Layanan di 2026
  • Pemkab Bojonegoro Perluas Program Domba Kesejahteraan, Target 3.325 Keluarga di 2026
  • Kick Off Program Cek Kesehatan Gratis 2026, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Cegah Stunting
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Tembus Rekor Tertinggi, Rp 2.887.000 per Gram
  • Gubernur Jatim Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
  • Cepokak, Buah Kecil yang Kaya Manfaat Kesehatan dan Masih Jarang Disadari
  • Diterjang Angin, Belasan Rumah Warga di Ngambon, Bojonegoro Alami Kerusakan
  • Angin Kencang Terjang 2 Desa di Tambakrejo, Bojonegoro, Belasan Rumah Warga Rusak
  • Hindari Jalan Berlubang, Terjatuh, lalu Tertabrak Truk, Pemotor di Baureno, Bojonegoro Luka Berat
  • Harga Emas Antam Rp 2.880.000 per Gram, Kembali Tembus Harga Tertinggi
  • RS Aisyiyah Bojonegoro Buka Layanan CT-Scan dan Foto Panoramic bagi Peserta JKN
  • Menteri Sosial Kunjungi SRMA 36 Bojonegoro, Dengar Kisah Haru Siswa
  • Warga Blora yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ditemukan Meninggal
  • Pemerintah Bakal Gunakan DTSEN Sebagai Syarat untuk Penyaluran Bansos
  • Berkunjung ke Bojonegoro, Menteri Sosial Ajak Semua Pihak Dukung Sekolah Rakyat
  • Harga Emas Antam Rp 2.772.000 per Gram, Kembali Capai Harga Tertinggi
  • Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Tantangan Bojonegoro Nasional Geopark Menuju UNESCO Global Geoparks
  • Bupati Setyo Wahono Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Sarasehan Geopark, Matangkan Strategi Menuju Penilaian UNESCO
  • Anak Wajib Punya KIA, Begini Cara Mengurusnya
  • KAI Daop 8 Lakukan Rekayasa Perjalanan Jarak Jauh Imbas Normalisasi Pascabanjir
Halaqah RMINU Jatim di Bojonegoro, Menjaga Nyala Pesantren di Tengah Gempuran Zaman

Halaqah RMINU Jatim di Bojonegoro, Menjaga Nyala Pesantren di Tengah Gempuran Zaman

Bojonegoro - Puluhan pengasuh pondok pesantren dan pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) se-Jawa Timur berkumpul di halaman Pondok Pesantren Al-Fatimah, Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, pada sore hari Minggu (07/12/2025) lalu.

Mereka menggelar halaqah membahas topik penting terkait pesantren, yaitu bagaimana pesantren tetap menjadi “rumah” yang hangat sekaligus relevan di tengah dunia yang berubah terlalu cepat.

Prof Dr KH M Noor Harisudin, kiai sekaligus akademisi yang dikenal kerap bicara apa adanya itu naik ke mimbar kecil di tengah halaqah. Dengan suara yang pelan tapi menggetarkan, beliau mengingatkan lagi hakikat pesantren yang sering terlupakan.

“Pesantren itu lahir dari denyut nadi umat, bukan dari perintah birokrasi. Ia hadir untuk menanamkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, menumbuhkan akhlak yang luhur, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Cara pesantren mencapai tujuan itu ya dengan pendidikan, dakwah, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat — semuanya dalam bingkai NKRI yang kita cintai,” tutur Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli ini.

Beliau lalu menegaskan satu hal yang membuat semua yang hadir mengangguk pelan, yaitu bahwa kekhasan setiap pesantren harus dijaga mati-matian.

“Jangan sampai gara-gara mengejar standar nasional, kita justru kehilangan aroma sorogan, bandongan, cium tangan kepada kiai, dan hukuman pendidikan yang penuh kasih sayang. Itu semua adalah DNA kita. Titik ini harus masuk dalam RUU Sisdiknas yang baru,” tegasnya.

Pergeseran Nilai Pesantren dan Tantangan Perubahan

Prof Haris menyoroti tentang pergeseran nilai yang terjadi begitu cepat. Pesantren harus tanggap dan peka terhadap tantangan-tantangan kekinian yang ada di masyarakat.

“Dulu santri mencium tangan kiai adalah tanda bakti, sekarang bisa dikait-kaitkan dengan pelecehan. Dulu santri nakal dipukul rotan satu-dua kali demi pembinaan, sekarang langsung dilabeli kekerasan anak. Dulu santri gotong royong ngecor masjid sampai tengah malam adalah ibadah, sekarang bisa dituduh eksploitasi tenaga anak,” keluhnya sambil tersenyum getir.

Haris melanjutkan, kenyataan itu bukan lantas berarti bahwa pesantren itu menolak perubahan. Tapi pesantren harus punya keberanian menciptakan fikih baru yang tetap berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menjawab tantangan zaman.

Bayang Gelap Kekerasan Seksual

Nada bicara Prof Haris berubah serius saat menyentuh isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Mengutip data Komnas Perempuan 2020–2024, beliau menyebut ada 97 kasus terlapor — 17 di antaranya terjadi di pesantren.

"Ini baru yang muncul ke permukaan. Banyak korban memilih diam karena takut, malu, atau karena pelaku adalah orang yang selama ini mereka hormati,” ujarnya lirih.

Haris menggarisbawahi bahwa RMINU harus jadi garda terdepan dalam pencegahan. Mulai dari pelatihan pengasuh, penyusunan kode etik yang jelas, hingga membuka saluran pengaduan yang benar-benar aman bagi santri.

Di sesi lain, KH Abd Halim Soebahar, Ketua LPPD Jatim, memberikan angin segar untuk pesantren.

"Kami membuka pintu lebar-lebar bagi RMINU untuk ikut menyeleksi penerima beasiswa LPPD. Sudah lebih dari 4.000 santri dan alumni pesantren yang kami berangkatkan — dari Al-Azhar Mesir sampai S3 di berbagai negara,” ungkapnya bangga.

Beliau juga berharap RUU Sisdiknas yang baru benar-benar menempatkan pesantren pada posisi yang terhormat dan strategis. 

“Pesantren bukan lagi pinggiran pendidikan nasional. Ia adalah jantungnya. Kualitasnya harus terus naik, tapi ruh keislaman dan keindonesiaannya jangan sampai luntur,” jelasnya.

Halaqah ditutup dengan doa dan foto bersama. Para peserta halaqah pulang membawa tekad yang sama, yaitu pesantren harus terus menyala. Bukan dengan menutup diri dari dunia, tapi dengan membuka hati dan akal — tetap memegang tradisi erat-erat, sambil berani menjawab tantangan baru. Karena pesantren bukan hanya warisan masa lalu.

Ia adalah harapan masa depan bangsa yang terus dijaga, dari generasi ke generasi.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir 
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Ibu yang Bahagia Lahirkan Anak yang Sehat

Oleh dr. George David BANYAK mitos seputar kehamilan yang masih dipercaya masyarakat hingga saat ini. Di antaranya larangan bagi ibu ...

Infotorial

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Wujudkan Komitmen Berkelanjutan, PEPC JTB Hijaukan Bojonegoro Melalui Aksi Nyata Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia

Bojonegoro Memperingati hari menanam pohon indonesia 2025, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1769405100.8677 at start, 1769405101.2919 at end, 0.42417502403259 sec elapsed