News Ticker
  • Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Hong Kong Catatkan Transaksi Komitmen Fantastis Rp 1,20 Triliun
  • Luncurkan Paket Wisata Padangan Wonderful, Pemkab Bojonegoro Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Desa
  • Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Bojonegoro Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Pasar Wisata
  • Ajang FASI IX 2026 Resmi Dibuka, 320 Santri Blora Berkompetisi Targetkan Juara Umum Jawa Tengah
  • 27 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Juli 2026
  • Pemkab Bojonegoro Mulai Revitalisasi Alun-Alun senilai Rp 28 Miliar, Pohon Rindang Dipastikan Tetap Dipertahankan
  • Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp 36,3 M untuk 65 Paket Jembatan Tahun 2026
  • Gelar Rakerda II dan Workshop Menulis Buku, HIMPAUDI Bojonegoro Perkuat Sinergi Dukung Literasi dan Adminduk Anak
  • 26 Juli dalam Catatan Sejarah
  • Prakirakan Cuaca Bojonegoro 26 Juli 2026
  • Film Obession, Horror Kesepian Generasi Saat Ini
  • Bahas Isu Strategis Jatim, Komisi VII DPR RI dan Pemprov Soroti Industri, Pariwisata, hingga UMKM
  • Delapan Makanan Penurun Risiko Stroke Menurut Ahli Kesehatan
  • Truk Molen Tak Kuat Menanjak di Kedewan Bojonegoro, Sopir Meninggal Dunia Tergencet
  • FJTB Desak Presiden Prabowo Minta Maaf ke Insan Pers Buntut Sebutan Londo Ireng
  • Pemkab Bojonegoro Bekali KPM Gayatri Lewat Bimtek Budi Daya Ayam Petelur
  • Kisah Singkat Sosok Mbah Singonoyo, Tokoh Penyebar Islam di Desa Sukorejo
  • Pemdes Sukorejo Gelar Haul Eyang Singonoyo Selama Tiga Hari, Dorong Pelestarian Sejarah dan Gelar Bazar UMKM
  • 25 Juli dalam Catatan Sejarah
  • Prakirakan Cuaca Bojonegoro Sabtu 25 Juli 2026
  • Perkuat Tata Kelola Informasi Publik, Pemkab Bojonegoro dan KI Jatim Gelar SIPINTER Desa
  • Lulusan Bootcamp MC Dinpora Bojonegoro Sukses Unjuk Gigi di Berbagai Event Nasional
  • Kabar Baik bagi Penikmat Kopi, Peneliti Ungkap Minum Kopi Aman dan Sehat untuk Jantung
Polisi: Penyebab Kematian Wanita di Dalam Kamar Kos di Blora, Diduga Karena Sakit

Penemuan Mayat

Polisi: Penyebab Kematian Wanita di Dalam Kamar Kos di Blora, Diduga Karena Sakit

Blora – Teka-teki kematian Rani Fatmawati seorang wanita SPG kosmetik yang ditemukan meninggal dan mayatnya membusuk di kamar kost yang berada di Jalan Nusantara Kelurahan Jetis Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Selasa (12/05/2020) kemarin, diduga karena sakit yang sudah dialami oleh korban sudah sejak lama.
 
Dari hasil visum dan dari keterangan para saksi, korban meninggal dunia diduga karena sakit asam lambung akibat dari progam diet yang dilakukan korban.
 
 
 
 
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Setiyanto saat ditemui media di Mapolres Blora, Kamis (14/05/2020) menjelaskan bahwa kronologi penemuan mayat korban diawali pada pukul 12.00 Wib pelapor Tohir Suwarno (60) yang juga merupakan pemilik kost yang hendak menyalakan listrik aliran air mencium bau tak sedap dan sempat mencari sumbernya.
 
“Awalnya pemilik kost hendak menyalakan listrik aliran air. Saat mencium bau tak sedap dan sempat mencari sumbernya. Ketika melihat pintu kamar korban, terlihat banyak hewan lalat dan bau bangkai semakin menyengat,” tutur AKP Setiyanto.
 
Pemilik kost, lanjut AKP Setiyanto mencoba mendatangi tempat kerja korban di salah satu swalayan di Blora dimana korban bekerja mencari informasi keberadaan korban.
 
“Setelah sampai di tempat korban bekerja, dari pimpinan swalayan, korban sudah tidak masuk kerja selama 3 hari. Dan terakhir masuk kerja Jum’at (08/05/2020) sekira pukul 14.00 Wib.
 
Kemudian, pemilik kost yang juga pensiunan Polri kemudian langsung melaporkannya ke Bhabinkamtibmas dan kemudian diteruskan ke Polsek Blora Kota.
 
 
 
AKP Setiyanto membenarkan kejadian tersebut, ketika petugas melakukan evakuasi menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat dalam situasi wabah Covid-19.
 
“Ketika kami menerima laporan dari masyarakat, kami segera mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan petugas dari Puskesmas Blora Kota dan RSUD dr R Soetijono Blora. Namun mengingat saat ini tengah dalam situasi pandemi Covid-19, maka petugas menggunakan APD lengkap ketika mengevakuasi korban,” ujarnya.
 
Dari hasil visum dan mengambil keterangan dari para saksi, yakni teman-teman satu kosan korban. Korban meninggal dunia diduga karena sakit asam lambung akibat dari progam diet yang dilakukan korban.
Hal ini diperkuat dengan adanya obat-obatan ditemukan di TKP oleh petugas yang digunakan sebagai barang bukti. Diantaranya, obat paracetamol 500mg, obat tambah darah, obat asam lambung dan obat dexamethasone.
 
“Dari hasil visum korban ditemukan sudah meninggal selama tiga hari dan tidak kami temukan luka-luka bekas kekerasan, akan tetapi dari keterangan para saksi dikatakan korban ini sudah sakit. Lalu kami simpulkan, korban meninggal dunia akibat sakitnya tersebut,” tutur Kasat Reskrim.
 
 
 
Berdasarkan keterangan teman korban, Siswati (31) dan Siti Munaroh Ekawati (36) yang juga bekerja di swalayan tersebut saat ditemui petugas. Keduanya terakhir bertemu di tempat kerja, Jum’at (8/05/2020) sekira pukul 14.00 Wib.
 
“Dari keterangan kedua temannya, sekira pukul 19.00 Wib mereka datang ke tempat kost korban untuk mengantarkan pesanan salad buah dan sempat bertemu dengan korban,” kata AKP Setiyanto.
 
Selain Siswati dan Siti Munaroh Ekawati. Sunarti (32) salah satu taman sekantor yang sama-sama SPG, sekira pukul 07.01 Wib mendapatkan pesan Whatshapp dari korban yang meminta untuk mengirim teh hangat dan makanan serta memberitahukan bahwa korban sedang sakit.
 
“Pada pukul 07.01 Wib di hari yang sama, korban pesan Whatshapp kepada taman sekantor yang sama-sama SPG memberi tahu kalau dirinya sedang sakit dan meminta untuk mengantarkan teh hangat dan makanan,” ujarnya.
 
 
 
Namun, tambah AKP Setiyanto, saat korban dipanggil dan pintu kamar diketok korban menjawab menyuruh ditaruh didepan pintu setelah itu temannya tersebut pulang.
Kemudian, jenazah korban sudah dititip di RSUD Dr. Soetijono Blora sesuai dengan standar penanganan Covid-19 untuk dilakukan Visum.
 
“Mengingat saat ini situasi sedang terdapat wabah Covid-19, maka penanganan jenasah korban sesuai penanganan Covid-19,” pungkas AKP Setiyanto. (teg/imm)
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785191115.8414 at start, 1785191116.5363 at end, 0.6949098110199 sec elapsed