Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah Lewat Program PASS ISYA’ di Trucuk
Selasa, 03 November 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan melindungi daya beli masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui program PASS ISYA’ atau Pasar Murah Setelah Sholat Isya’ yang memadukan layanan ekonomi, kegiatan keagamaan, dan kepedulian sosial.
Program PASS ISYA’ digelar di halaman Masjid Al A’la, Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Senin (2/11/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Warga yang hadir tidak hanya mendapat akses bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mendapatkan manfaat dari layanan sosial dan keagamaan yang disiapkan.
Rangkaian acara diawali dengan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan santunan kepada anak yatim dan lanjut usia, penyerahan simbolis insentif bagi petugas keagamaan masjid, serta pengajian kebangsaan yang disampaikan Kapolres Bojonegoro.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Nurul Azizah memaparkan sejumlah program prioritas daerah di bidang kesehatan, pertanian, dan kesejahteraan sosial.
Ia menjelaskan kemampuan keuangan daerah saat ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu membuat Pemkab Bojonegoro melakukan penyesuaian anggaran dengan memprioritaskan program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Di sektor kesehatan, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo terus mengembangkan layanan unggulan mulai dari pelayanan jantung, saraf, penanganan kanker, hingga terapi stem cell.
"Selain itu Pemkab juga memperluas layanan cuci darah di sejumlah rumah sakit daerah agar masyarakat lebih mudah mendapat pelayanan dan mengurangi rujukan ke luar daerah," kata Nurul.
Di sektor pertanian, Pemkab Bojonegoro berencana menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pengembangan bibit padi unggul guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Komitmen terhadap kesejahteraan juga diwujudkan melalui bantuan bagi takmir masjid dan marbot, santunan anak yatim dan lansia, serta program beasiswa bagi masyarakat.
Sementara itu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro Ali Mustofa menyampaikan PASS ISYA’ tidak hanya menghadirkan pasar murah, namun menjadi wujud kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat lewat optimalisasi fungsi masjid. Menurutnya masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah.
"Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga berperan memperhatikan kesejahteraan jamaah dan lingkungan sekitar. Manfaat kegiatan dirasakan warga," kata Ali.
Sutini (60), warga yang hadir, mengaku terbantu dengan pasar murah tersebut. Ia menyebut kebutuhan seperti beras, minyak goreng, dan gula menjadi yang paling banyak diburu warga.
"Harga lebih murah. Bermanfaat sekali untuk masyarakat kecil," katanya.
Program ini diharapkan menjadi ruang interaksi pemerintah dan masyarakat sekaligus memperluas manfaat masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan pemberdayaan umat.






























