News Ticker
  • Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Selesai Digelar, Ini Pemenangnya
  • Menghadapi Terik Cuaca Panas, Ini 6 Langkah Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Fit
  • 20 Atlet Taekwondo Kodim 0813 Bojonegoro Bawa Pulang 20 Trofi
  • Ratusan Relawan Kelas Inspirasi Lintas Daerah Hingga Mancanegara Siap Semangati 804 Siswa di Bubulan
  • Sabet 288 Poin, Kalimantan Timur Raih Juara Umum MTQ Nasional XXXI 2026
  • 21 September dalam Catatan Sejarah Dunia dan Nasional
  • Jatuh dan Terlindas Truk, Pemotor di Kapas, Bojonegoro Luka Berat
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 September 2026
  • Tabrak Bak Belakang Truk, Pemotor di Kedungadem, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • EMCL dan Pemangku Kepentingan di Bojonegoro Jalin Silaturahmi Lewat Sepak Bola Persahabatan
  • Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Dekranasda Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Bidik Pasar Internasional
  • Marak Isu Produk Abal-Abal, Ini Poin Beda Beras Fortifikasi dan Beras Biasa
  • Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, 901 Pelajar Bojonegoro Ikuti Temu Gladi PMR
  • Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas
  • Jelang Liga 3 Nusantara, Pemkab Bojonegoro Tampung Aspirasi Suporter dan Siap Dukung Persibo
  • 19 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 19 September 2026 di Bojonegoro
  • Wihadi Wiyanto Jabat Presiden Klub Persibo, Targetkan Lolos ke Liga 2
  • 4 Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia Kos-kosan Satpol PP Bojonegoro
  • Godok Raperda CSR, Pemkab dan Bapemperda DPRD Bojonegoro Selaraskan 10 Bidang Program Pertanggungjawaban Perusahaan
  • Tingkatkan Kapasitas Pelaku IKM Gerabah Rendeng, Pemkab Bojonegoro Dorong Inovasi dan Estetika Keramik Batik
  • Produk Kerajinan Tangan Karya Perempuan Bojonegoro Pikat Pengunjung Lokakarya Media Jabanusa di Yogyakarta
  • Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita
Tersengat Listrik Jebakan Tikus Milik Sendiri, Petani di Kasiman, Bojonegoro Meninggal di Sawah

Peristiwa Orang Meninggal Tersengat Listrik

Tersengat Listrik Jebakan Tikus Milik Sendiri, Petani di Kasiman, Bojonegoro Meninggal di Sawah

Bojonegoro - Seorang laki-laki bernama Pastik Suhartono (53), warga Desa Sambeng RT 003 RW 001, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Senin pagi (02/06/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawah miliknya sendiri.
 
 
 
Sebelumnya, korban hendak mematikan listrik jebakan tikus yang telah dipasang di sawah miliknya, namun ketika melintas di pematang sawah, korban terpeleset dan terjatuh ke sawah yang ada kawat listrik jebakan tikus yang masih menyala. Akibatnya, korban langsung meninggal dunia.
 
Atas kejadian tersebut, ahli waris korban menerima sebagai musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak siapa pun juga serta tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi.
 
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
 
 
 
 
Kapolsek Kasiman, Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jadmiko SH, dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa orang tersengat listrik jebakan tikus, di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
 
Kapolsek mengungkapkan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula pada Senin (02/06/2025) sekitar pukul 05.30 WIB, tetangga korban melihat korban berjalan di pematang sawah miliknya sendiri dan berniat akan mematikan listrik jebakan tikus yang telah dipasang oleh korban sendiri satu minggu yang.
 
Namun ketika melintas di pematang sawah tersebut korban terpeleset dan terjatuh ke dalam sawah yang saat itu ada kabel atau kawat listrik jebakan tikus yang masih menyala.
 
“Akibat kejadian tersebut korban langsung meninggal dunia dan saksi berusaha memanggil bantuan tetangga sekitar. ” tutur Kapolsek AKP Jadmiko.
 
 
 
Selanjutnya istri korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kasiman dan setelah mendapat laporan, petugas Polsek Kasiman segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu warga mengevakuasi korban ke rumah duka.
 
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP diketahui bahwa TKP merupakan sawah milik korban sendiri yang terdapat tanaman padi dan terdapat kawat penghantar listrik jebakan tikus, dan ditemukan meteran listrik yang terletak di tengah sawah milik korban, serta ditemukan kabel listrik dari meteran menuju sawah dengan panjang kurang lebih 100 meter.
 
Sementara berdasarkan hasil identifikasi diketahui ciri-ciri mayat panjang mayat 165 sentimeter, berat badan 85 kilogram, kulit sawo matang, rambut warna hitam, korban menggunakan kaus lengan panjang warna krem dan celana pendek warna hitam kombinasi biru.
 
Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Kasiman, ditemukan di bagian betis kaki sebelah kiri dengan panjang sekitar 10 sentimeter, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
 
“Kesimpulan medis korban meninggal dunia karena tersengat kawat penghantar listrik jebakan tikus di sawah.” kata Kapolsek.
 
 
 
Atas kejadian tersebut, keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta tidak akan menuntut kepada pihak siapa pun juga.
 
“Selanjutnya pihak keluarga korban membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi kepada jenazah korban.” kata Kapolsek.
 
Lebih lanjut melalui media ini Kapolsek berpesan kepada para petani khususnya di wilayah Kecamatan Kasiman agar berhati-hati dalam menggunakan listrik di area persawahan.
 
“Saat ini, jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.” kata Kapolsek Kasiman, AKP Jadmiko.
 
 
 
 
Sebelumnya, seorang laki-laki bernama Eri Wibowo (35), warga Dusun Sendangrejo, Desa Grebegan RT 009 RW 005, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Jumat pagi (30/05/2025) sekitar pukul 05.300 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di area persawahan di Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
 
Korban pertama kali ditemukan oleh RP, selaku pemilik sawah, yang saat itu usai mematikan aliran listrik jebakan tikus. Selanjutnya RP berjalan menuju sawahnya dan melihat seseorang tergeletak di samping pematang sawah. Setelah dilakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. (red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1790008398.5403 at start, 1790008398.8605 at end, 0.32012796401978 sec elapsed