News Ticker
  • Tabrakan Motor di Temayang, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal, Seorang Lainnya Luka-Luka
  • Kemenhut Amankan Tersangka Pemilik Satwa Dilindungi di Sulawesi
  • Turun Rp 43.000, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.904.000 per Gram
  • Pemkab Bojonegoro Mulai Verifikasi dan Validasi DTSEN Serentak di Seluruh Desa
  • Usai Panen Jagung, Seorang Petani di Bubulan, Bojonegoro Ditemukan Meninggal Tenggelam
  • Kecelakaan di Temayang, Bojonegoro, Seorang Pengendara Sepeda Listrik Meninggal
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis Rp 14.000 jadi Rp 2.954.000 per Gram
  • Pleret, Jajalan Tradisional Langka yang Gurih dan lembut
  • Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Naik Rp 20.000 jadi Rp 2.940.000 per Gram
  • Polres Bojonegoro Gelar Ramp Check Bus AKAP di Sembilan Pool, Persiapan Jelang Operasi Ketupat
  • Momentum Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Blora Gelar Jumat Berkah
  • Datang di Bojonegoro, Mahasiswa Perminyakan ITB Belajar dari Lapangan Banyu Urip
  • Reses Anggota DPRD Bojonegoro Sudiyono, Dorong Warga Dapilnya Aktif Pengusus Koperasi Desa Merah Putih
  • Kasus PMK Kembali Merebak di Bojonegoro, 86 Ekor Sapi Terinfeksi dan 6 Ekor Mati
  • Pemerintah Tekankan Koordinasi Lintas Daerah demi Percepatan Penurunan Stunting Nasional 2026
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 64.000 jadi Rp 2.920.000 per Gram
  • Kecelakaan di Balen, Bojonegoro, Seorang Guru Ponpes Attanwir, Meninggal Dunia
  • Reses DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto Fokus Infrastruktur dan Pertanian
  • Musrenbang Kecamatan Trucuk Bojonegoro 2026 Berjalan Kondusif
  • Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Anjlok Rp 100.000 jadi Rp 2.856.000 per Gram
  • Diduga Akibat Korsleting Sistem Kelistrikan, Sebuah Mobil di Bojonegoro Kota Hangus Terbakar
  • Erix Maulana Gelar Reses Masa Sidang I, Tekankan Pengelolaan BKK Desa yang Transparan
  • Tertabrak Truk, Seorang Pemotor Anak di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal
  • Harga Emas Antam Hari Ini Rp 2.956.000 per Gram
Pohon Pule Berusia Ratusan Tahun di Todanan, Blora, Tumbang, 3 Orang Luka-luka

Pohon Pule Berusia Ratusan Tahun di Todanan, Blora, Tumbang, 3 Orang Luka-luka

Blora - Akibat angin kencang yang terjadi pada Selasa sore (14/09/2021), mengakibatkan Pohon Pule "raksasa" berusia ratusan tahun di Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, roboh dan menimpa Gedung Madarasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Todonan dan satu rumah warga.
 
Dalam musibah tersebut 2 orang mengalami luka berat dan seorang mengalami lika ringan. Ketiganya telah dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu total kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta.
 
 
Kapolsek Todanan, Polres Blora, Inspektur Satu (Iptu) Daknyo, dikonfrmasi awak media ini Rabu (15/09/2021) menjelaskan berdasarkan keterangan saksi mata, kronologi kejadian tersebut bermula pada pukul 14.30 WIB, cuaca di desa setempat dalam keadaan gerimis disertai angin kencang yang mengarah dari barat ke timur.
 
"Seorang warga saat akan pulang dari warung kopi yang berada di sebelah selatan pohon itu mendengar suara retakan dari arah pohon. Namun, saat hendak berteriak memberi tahu warga, pohon tersebut sudah tumbang duluan dan menimpa rumah milik Wardiono," Ucapnya.
 
 

Pohon Pule berusia ratusan tahun di Desa Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, yang roboh. Selasa sore (14/09/2021) (foto: istimewa)

 
Kapolsek menambahkan dalam kejadian tersebut setidaknya dua orang mengalami luka berat, yakni Warsini dan Apriliani. Keduanya sudah dilarikan ke rumah sakit. Sementara satu orang lainnya mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas terdekat.
 
"Ketiga korban ini tinggal serumah," tutur Iptu Daknyo.
 
Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya bersama aparat dari Koramil dan Satpol PP Todanan segera mengamankan TKP dan memasang garis polisi (police line).
 
"Kerugian material ditaksir mencapa 150 juta rupiah, terdiri dari kerusakan gedung MI Muhammadiyah sekitar 50 juta dan satu rumah milik Wardiono 100 juta rupiah," kata Kapolsek Iptu Daknyo.
 
 
 
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Todanan, Supat mengatakan bahwa pohon berjenis Pule tersebut diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.
 
"Dari mbah-mbah saya terdahulu pohon itu sudah ada. Dari dulu memang besarnya segitu. Saya kira usianya sudah ratusan tahun," tutur Supat
 
Menurutnya, bahwa wilayah tersebut terkenal dengan Dukuh Pule, karena identik dengan keberadaan pohon tersebut.
 
"Wilayah tersebut terkenal dengan Dukuh Pule yang identik dengan pohon itu," kata Supat.
 
 
 
Dari pantauan awak medai ini, pada Rabu pagi ini, tampak warga bersama aparat dan  perangkat desa setempat mulai melakukan persiapan untuk mengevakusai batang dan ranting pohon yang tumbang tersebut. (teg/imm)
 
 
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka ?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Wisata

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Hari Jadi Bojonegoro Ke-348

Berikut ini Rangkaian Acara Peringatan Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 Tahun 2025

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah mengagendakan sejumlah acara untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh ...

1771047755.4334 at start, 1771047755.9092 at end, 0.47578406333923 sec elapsed