News Ticker
  • Difabel Bojonegoro Pasok Ratusan Komponen Tas Rajut untuk Industri Nasional
  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Dander, Bojonegoro Terbakar
  • Warga Ngraho, Bojonegoro yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ditemukan Meninggal
  • Seorang Warga Cirebon Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur Tempat Kerjanya di Baureno, Bojonegoro
  • Cari Ikan di Sungai Bengawan Solo, Warga Ngraho, Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam
  • Remaja yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
  • Dudy Oris Ajak Nostalgia Penggemar Bojonegoro dengan Lagu Kasih Putih hingga Engkau Masih Anak Sekolah
  • Mayat Laki-laki Asal Cirebon Ditemukan di Tepi Rel Kereta Api Jetak Bojonegoro
  • Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Buka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026
  • Pertunjukan Reog hingga Tari Warnai Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Sebelum Resmi Dibuka
  • EMCL dan PDPM Bojonegoro Bekali Guru dan Siswa Menjadi Pionir Literasi Digital
Ini 7 Tips Ngopi yang Ramah Lambung

Ini 7 Tips Ngopi yang Ramah Lambung

Masih banyak pecinta kopi yang terpaksa “bermusuhan” dengan cangkirnya karena lambung langsung protes: perih, kembung, atau dada seperti terbakar. Padahal, menurut para roaster dan ahli gizi, kopi sebenarnya bisa tetap dinikmati setiap hari tanpa efek samping itu—asal tahu triknya.

Berikut tujuh cara sederhana yang kini banyak dipraktikkan para penikmat kopi yang lambungnya sensitif, dan terbukti berhasil.

Minum Kopi Tanpa Gula

Gula dan sirup pemanis ternyata jadi pemicu utama naiknya asam lambung setelah ngopi. Begitu gula ditiadakan, lonjakan gula darah berkurang dan rasa asli kopi justru lebih terasa. Banyak yang bilang baru sadar kopi itu sudah manis alami setelah dua minggu berhenti tambah gula.

Pilih Biji Kopi Rendah Asam

Tidak semua biji kopi sama “galaknya”. Arabika dari dataran rendah, kopi proses natural atau honey, serta biji berlabel “low acid” atau “stomach friendly” jauh lebih bersahabat. Robusta murni sebaiknya dihindari kalau lambung sedang rewel.

Cold Brew Jadi Pilihan Teraman

Proses perendaman dingin 12–24 jam mampu menurunkan kadar asam hingga 70 % dibanding seduh panas biasa. Hasilnya tetap pekat dan nikmat, tapi hampir tidak ada rasa perih. Cukup pakai toples dan saringan kain, semua orang bisa membuatnya di rumah.

Medium sampai Dark Roast Lebih Aman

Makin gelap tingkat sangrainya, makin rendah kadar asam alami biji kopi. Light roast memang lagi tren karena rasanya cerah dan fruity, tetapi bagi yang punya riwayat maag atau GERD, medium-dark roast adalah pilihan paling bijak.

Seduh dengan Suhu 90–94 °C, Bukan Air Mendidih

Air yang terlalu panas (di atas 96 °C) menarik keluar senyawa asam dan pahit berlebih. Cukup diamkan air mendidih satu-dua menit sebelum dituang ke bubuk kopi—rasa jadi lebih halus, lambung pun lebih tenang.

Tambahkan Penetral Asam Alami (Opsional)

Sejumput garam himalaya, sedikit bubuk kayu manis, atau irisan jahe segar sebelum diseduh terbukti mampu meredam keasaman sekaligus menambah dimensi rasa. Cara ini sudah lama dipakai barista untuk kopi yang “sulit” tapi ingin tetap enak.

Batasi 2–3 Cangkir Sehari

Kafein aman untuk orang dewasa sehat adalah 300–400 mg per hari, setara dengan 2–3 gelas kecil kopi seduh. Lebih dari itu, risiko gangguan lambung, jantungan berdebar, hingga susah tidur meningkat tajam. Dengarkan tubuh: kalau sudah mulai tidak nyaman, itu tandanya cukup.

“Dengan penyesuaian kecil ini, hampir semua orang bisa kembali menikmati kopi setiap hari tanpa rasa was-was,” ujar Andika Pramadhan, roaster sekaligus pemilik kedai kopi di Jakarta Selatan yang khusus menyediakan lini low-acid.

Jadi, mulai besok pagi tidak perlu lagi ragu menyeduh kopi. Kopi dan lambung ternyata bisa akur—tinggal pilih cara yang tepat.(red/toh)

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782523925.9332 at start, 1782523926.2901 at end, 0.35690808296204 sec elapsed